Penutupan Wisata Candi di Sleman Diperpanjang Hingga 11 April

nPetugas melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Ratu Boko Prambanan. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\\n
31 Maret 2020 00:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY melanjutkan penutupan akses 10 candi dari kunjungan wisatawan hingga 11 April 2020. Perpanjangan penutupan wisata candi tersebut menyusul perkembangan situasi wabah Covid-19 saat ini.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan perpanjangan penutupan tersebut dilakukan setelah melihat perkembangan wabah Covid-19 saat ini. Dispar juga sudah melakukan koordinasi terkait penutupan wisata candi tersebut dengan BPCB DIY.

"Selain wisata candi, kami juga masih menutup lokasi wisata lainnya di wilayah Sleman. Kami akan terus melihat perkembangan situasinya," katanya, Senin (30/3/2020).

Kesepuluh lokasi wisata candi yang ditutup meliputi candi Sambisari, Gebang, Kalasan, Ijo, Barong, Candi Sari, Kedulan, Banyunibo, dan Ratu Boko, dan Prambanan. Penutupan tersebut bertujuan untuk melaksanakan imbauan pemerintah agar menghindari kerumunan orang. "Kebijakan ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan cagar budaya," katanya.

Hal senada disampaikan Sirejrure Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono. Pihaknya memperpanjang penutupan akses bagi wisatawan baik di Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Unit Teater dan Pentas Ramayana sampai 11 April.

Edy mengatakan penutupan kembali ini dilakukan dengan terus mengamati perkembangan kasus pandemi Covid-19 yang berada di kawasan DIY dan Jawa Tengah. PT TWC terus berkoordinasi, baik dengan stakeholder dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Kami terus lakukan koordinasi serta mengamati perkembangan pandemi Covid-19 ini. Menindaklanjuti kondisi saat ini, maka kami memutuskan untuk melanjutkan penutupan sementara operasional TWC," ungkap Edy dalam telekonferensi pers di Kantor Pusat TWC di Prambanan, Senin (30/3/2020).

Selain melakukan penutupan operasional, PT TWC juga terus melakukan kegiatan preventif dalam mengurangi upaya penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan baik di lingkungan kerja PT TWC maupun di daerah dengan melibatkan perusahaan BUMN lainnya.

"Merujuk kepada Surat Keputusan Menteri BUMN No.77/MBU/03/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang Satuan Tugas Bencana Nasional BUMN, PT TWC ditunjuk sebagai Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah DIY," katanya.

Untuk kepentingan tersebut, lanjut Edy, ia telah melakukan koordinasi bersama BUMN-BUMN lainnya untuk menyikapi serta membantu menanggulangi pandemi ini. Selain itu, PT TWC juga melakukan tindakan preventif di lingkungan kerjanya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan yang dilakukan tiga kali sehari.

"Upaya ini turut dibarengi dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana di lingkungan Taman Wisata Candi," katanya.