99 Narapidana Cebongan Dibebaskan

Para warga binaan pemasyarakatan Lapas Cebongan menjemur kasur-kasur mereka sembari menunggu penyemprotan disinfektan selesai dilakukan, Rabu (25/3/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
02 April 2020 20:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 99 narapidana dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman bakal dibebaskan. Narapidana itu diajukan untuk menerima pembebasan dengan mekanisme asimilasi dan integrasi seperti yang diumumkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Permenkumham No.10/2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kepala Lapas Kelas II B Cebongan, Sleman Gunanto mengatakan Lapas Cebongan mengajukan pembebasan 99 narapidana dengan mekanisme asimilasi dan integrasi. Dari total itu, sebanyak 23 orang di antaranya sudah dibebaskan pada 1 April lalu. “Sedangkan sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan,” kata dia, Kamis (2/4/2020).

Gunarto menjelaskan narapidana yang mendapatkan asimilasi adalah yang sudah melalui proses sebagaimana yang sudah diatur di dalam Permenkumham No.10/2020. Program asimilasi diberikan kepada narapidana yang telah menjalani dua per tiga masa pidananya jatuh pada 31 Desember 2020.

Setelah narapidana mendapatkan asimiliasi, maka pihak keluarga akan dimintai surat pernyataan bahwa yang bersangkutan akan tetap berada di rumah sampai dengan narapidana tersebut selesai menjalani masa pidananya.

"Upaya tersebut juga dilakukan imbauan pemerintah yakni stay at home, di lapas kan banyak berkerumun narapidana dan tahanan. Kebetulan di Lapas Cebongan hanya narapidana dan tidak ada tahanan anak, bagi narapidana yang diberikan asimilasi statusnya masih narapidana aktif, hanya posisinya di rumah," ujar dia.