Cerita Kajari Bantul Saat Terjangkit Corona, Fisik Baik tapi Mental "Down"

Kajari Bantul Zuhandi (kedua dari kanan) bersama Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo dan Gugus Tugas Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso di RSUD Panembahan Senopati Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 April 2020 13:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul, Zuhandi berbagi cerita tentang dirinya selama menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease atau Covid-19 01 atau pertama di Bantul ini dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Minggu (4/4/2020) malam.

Tepat 20 hari Zuhandi dirawat di RSUD Panembahan Senopati. Mentalnya sempat down saat dikabari bahnya ia dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis malam, 19 Maret lalu, kemudian ia diminta masuk ruang isolasi, “Saat itu down sampai titik nadir saya enggak bisa berbuat apa-apa,” ucap Zuhandi.

Zuhandi masuk RSUD pada 16 Maret. Meski secara fisik ia merasa baik, namun mentalnya sempat terganggu. Pikirannya mengawang. Bukan hanya memikirkan dirinya, namun ia teringat keluarganya yang sempat menemaninya selama perawatan dan koleganya yang sempat menjenguk sebelum ia dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum di RSUD Panembahan Senopati, Zuhandi sempat dirawat di RS UII Bantul pada 6 Maret karena mengalami gejala batuk, flu dan sesak napas. Gejala itu dirasakan sejak tiga hari sebelum masuk RS UII. Selama di RS UII, banyak kolega dari dari kejaksaan yang menjenguk, termasuk Bupati Bantul Suharsono serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Bantul.

Selama lima hari dirawat di RS UII, Zuhandi sembuh oleh pihak rumah sakit dan diperbolehkan pulang. Namun pada 16 Maret, batuk, pilek, dan sesak napas kembali kambuh. Ia disarankan untuk kembali berobat saat itu juga di RSUD Panembahan Senopati yang berjarak sekitar 200 meter dari Kejari. Setelah diperiksa ia dinyatakan positif Covid-19 tiga hari kemudian dan dibawa ke ruang isolasi.

Selama di ruang isolasi ia berusaha mengolah mental dan menjadikan apa yang dialaminya sebagai suratan takdir. Ia juga masih memikirkan keluarga dan koleganya yang sempat menjenguk. “Alhamdulillah sampai sekarang hanya saya yang menerima sakit. Bahkan istri dan anak saya hasil swab dinyatakan negatif,” kata Zuhandi.

Demikian sejumlah orang yang pernah menjenguknya selama ini juga dinyatakan sehat berdasarkan hasil penelusuran Dinas Kesehatan Bantul. Total ada 93 orang dari kejaksaan dan 58 orang dari pejabat di jajaran Pemkab Bantul yang sempat kontak langsung dengan Zuhandi dinyatakan sehat dan sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari.