Geram dengan Kondisi Tempat Pembuangan, Warga Blokade TPST Piyungan

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 April 2020 15:57 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Tempat Pembuangan Sampah Terpadu [TPST] Piyungan kembali ditutup. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya agar Pemerintah Provinsi segera melakukan perbaikan terhadap jalan dan dermaga yang rusak. Akibat penutupan itu, belasan truk dan mobil pengangkut sampah antre di pinggir jalan.

Ketua Paguyuban Warga TPST Piyungan, Maryono menyayangkan sikap pemerintah yang belum merealisasikan permintaan warga. Kondisi jalan dan dermaga, katanya sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Warga sejatinya meminta pembangunan dermaga berada 200 meter ke dalam. Tujuannya agar aktivitas bongkar muat sampah tidak mengganggu warga yang melintas.

Penutupan ini dilakukan mulai Rabu pagi (8/4/2020) hingga Jumat (10/4/2020). Kata Maryono, penutupan TPST Piyungan tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19. Ia memastikan warga setempat dalam kondisi sehat. Aksi ini murni karena kondisi TPST yang telah rusak. Pemerintah diminta segera turun tangan.

"Sejak dulu sampai sekarang belum ada perhatian apapun dari Pemerintah," katanya kepada Harianjogja.com.

Meski ditutup sejak pagi tadi, nyatanya masih ada beberapa truk dan mobil milik swasta yang masih mengantre. Beberapa sopir mengaku penutupan ini terbilang mendadak. Mereka sudah terlanjur mengangkut sampah dan membawanya ke TPST Piyungan. Namun, warga setempat tetap menghadang mereka masuk ke dermaga.