Rektor Unsoed dan Jejak Rp1,12 Miliar di PMB Jalur Mandiri
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Pedagang ayam potong di Pasar Colombo, Condongcatur, Depok, menunggu pembeli yang semakin berkurang lantaran semakin tingginya harga daging ayam, Senin (23/7/2018). Harian jogja-Irwan A.Syambudi
Harianjogja.com, KULONPROGO - Physical Distancing menjadi protokol tetap kesehatan yang wajib dijalankan masyarakat di tengah Pandemi Covid - 19. Namun salah satu aktivitas yang sulit dihindarkan untuk keluar rumah adalah membeli kebutuhan pangan. Menyimpan bahan pangan dengan cara yang benar menjadi kunci untuk mengurangi keluar rumah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha mengatakan telah melakukan sosialisasi tentang penyimpanan bahan makanan. Aris yang dihubungi pada Selasa (7/4/2020) menjelaskan ada beda penyimpanan bahan makan kering dan basah. Pada dasarnya penyimpanan bahan makan basah disimpan pada bahan tertutup dan diletakkan mesin pendingin seperti kulkas.
Penyimpanan bahan daging menjadi salah satu hal yang penting. Kondisinya yang tidak tahan lama serta mudah busuk bila keliru dalam penyimpananannya. Daging segar tidak diperbolehkan berada di ruangan terbuka dalam suhu ruang lebih dari empat jam. Bila hendak disimpan dalam keadaan beku, daging dipotong sesuai keperluan dimasukin dalam wadah tertutup lalu dimasukkan freezer.
Aris menerangkan daging sapi segar bila disimpan pada suhu 0 - 5 Celsius mampu bertahan sampai 3 - 7 hari. "Semantara untuk daging ayam mampu bertahan selama 1 - 2 hari jika disimpan dalam suhu -1 - 2 celsius," terangnya.
Beda dengan daging, cara penyimpanan biji dan sayur. Aris mengatakan hal paling dasar adalah tidak mencampur sayur dan buah dalam wadah yang sama karena akan mempercepat pembusukan. Selanjutnya, sayur dan buah jangan dicuci sebelum disimpan karena kondisi lembab akan mempermudah pertumbuhan bakteri.
"Jangan juga menyimpan sayur dan buah dalam wadah yang tertutup, tapi beri lubang udara agar tidak mempercepat pembusukan," jelasnya.
Aris mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi standar teknis yang telah disosialisakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo sejak 2012. Pembinaan ini dilakukan kepada kelompok tani hingga pelaku-pelaku usaha seperti pedagang khususnya pedagang sayur, beras dan daging.
"Harapannya dengan sosialisasi ini bahan makanan yg disimpan dapat dimanfaatkan dengan tepat, cepat, dan aman," ucapnya.
Dengan demikian bahan pangan yang disimpan dengan baik membuat bahan tidak rusak sehingga tidak mengurangi kandungan gizi bahan makanan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Iffah Mufidati selalu menyosialisasikan untuk memperhatikan dengan jeli bahan pangan pabrikan. Karena banyak makanan beku yang memiliki masa kadaluwarsa, seperti daging beku dan olahan daging lainnya seperti bakso. Iffah selalu mengimbau kepada pedagang dan pembeli untuk membaca petunjuk tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Iran mendesak AS mematuhi nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan berpengaruh.
Harga BBM 25 Agustus 2026 masih mengalami perubahan. Simak daftar harga Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo terbaru per liter.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.