Mahasiswa Negatif Corona, Departemen Teknik Geologi UGM Buka Kembali Akses Masuk Kampus

Iustrasi Universitas Gadjah Mada. - Ist/ Dok UGM
12 April 2020 11:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Mulai Senin (13/4/2020) mendatang, Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka akses terbatas bagi mahasiswa setelah salah seorang mahasiswanya mendapat hasil pemeriksaan negatif terkait Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM dikabarkan positif terkait Covid-19 setelah mengikuti rapid test pada Senin (6/4/2020) lalu. Hal ini tertuang dalam surat yang dibubuhi tandatangan kepala Departemen Teknik Geologi yang beredar di grup percakapan Whatsapp pada Kamis (9/4/2020). Dalam surat itu tertulis mahasiswa tersebut sempat datang ke departemen pada Rabu (1/4/2020) hingga Jumat (3/4/2020).

Berkaitan dengan hal itu, aktivitas mahasiswa dan akses masuk ke departemen ditutup pada 8-19 April 2020 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, setelah mengikuti tes kedua dengan pemeriksaan swab nasofaring, mahasiswa tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Hal ini membuat UGM membuka kembali akses masuk ke departemen tersebut.

Ketua Departemen Teknik Geologi FT UGM, Heru Hendrayana menuturkan kebijakan penutupan kampus sudah diperbaharui lantaran mahasiswa tersebut dinyatakan negatif Covid-19. "Sudah ditangani oleh Gugus Covid 19 UGM, hasil negatif," kata Heru pada Sabtu (11/4/2020).

Berkaitan dengan itu, dijelaskan Heru, akses masuk terbatas akan dimulai Senin mendatang, namun tetap menaati protokol keamanan dan kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran virus. Akses masuk akan diutamakan bagi mahasiswa yang melakukan analisis laboratorium untuk tugas akhir ataupun riset yang tidak bisa ditunda, tenaga kependidikan yang melakukan work in office (WiO) untuk pendampingan kerja laboratorium, petugas jaga gedung, serta petugas kebersihan.

Menurut Heru, kondisi mahasiswa tersebut saat ini dalam keadaan sehat. Posisinya saat ini tidak di Jogja, melainkan di luar negeri. Kedua tes tersebut juga dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri.

Lantaran hasilnya negatif, menurut Heru seluruh pihak yang pernah bertemu dengan mahasiswa tersebut juga tidak perlu melakukan karantina mandiri. Meski begitu ia tetap mengimbau seluruh pihak untuk melakukan prosedur kesehatan pencegahan Covid-19.