Pasar sepi Pembeli, Petani Pilih Jualan melalui Online

Ilustrasi Sayuran - Reuters
15 April 2020 23:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Corona, Kelompok Tani (Poktan) Milenial Taruna Karya Dusun Pampang, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, memilih menjual hasil tanaman sayur-sayurannya seperti cabai, sawi, bayam, kacang panjang dan sayuran lain melalui sistem daring. Cara berjualan online merupakan jalan terbaik dan perlu dilakukan di masa pandemi.

Ketua Poktan Milenial Taruna Jaya, Budi Susilo, mengungkapkan penjualan online dilakukan guna memudahkan masyarakat agar tidak perlu datang ke pasar terlebih di tengah pandemi Corona. Warga tinggal memesan secara online dan pesanan akan diantarkan. "Kami ingin memanfaatkan media sosial dan alhamdulillah respons masyarakat sangat baik," kata Budi saat ditemui Harian Jogja, Rabu (15/4/2020).

Untuk memenuhi stok yang dibutuhkan, Poktan Milenial Taruna Karya jauh-jauh hari memanfaatkan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk ditanami sayur-sayuran dan tanaman hortikultura lainnya. Selain itu, poktan juga memanfaatkan hasil panen petani lainnya yang kurang terserap di pasaran sebagai dampak penyebaran virus Corona.

"Skemanya kami membeli hasil panen milik petani dan kami membantu menjualnya karena sekarang petani kesusahan menjual hasil panennya," ujarnya.

Untuk penjualan, saat ini Budi masih sebatas memanfaatkan media sosial pribadi. Pangsa pasar penjualan online juga belum terlalu luas sehingga para petani baru sebatas memanfaatkan orang-orang terdekat dan kerabat. Inovasi terus dilakukan guna membantu para petani dalam memasarkan hasil panennya. "Petani milenial Dusun Pampang ingin membantu petani di sini untuk mengubah cara pemasaran dengan cara online," paparnya.