Kegiatan Reses Dikonsultasikan ke Polisi

Ilustrasi sidang paripurna di DPRD Gunungkidul - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
17 April 2020 07:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Covid-19, anggota DPRD Gunungkidul berencana menggelar reses mulai Jumat (17/4/2020) hingga Rabu (22/4/2020). Namun sebelum kegiatan dilaksanakan, pimpinan Dewan lebih dulu konsultasi dengan jajaran Polres Gunungkidul, apakah kegiatan tetap bisa dilaksanakan atau tidak.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan jajarannya sudah berkirim surat ke Polres Gunungkidul untuk meminta saran dan masukan terkait dengan kegiatan reses yang merupakan agenda rutin Dewan. Surat ke polres sudah dikirim sejak beberapa hari lalu, namun hingga Kamis (16/4/2020) belum ada balasan resmi dari kepolisian. “Kami masih menunggu balasan karena surat menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk reses,” katanya kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, konsultasi dianggap penting. Hal ini tidak lepas adanya pandemi Corona sehingga kegiatan yang mengumpulkan orang harus dihindari. Padahal untus reses, kata Endah, setiap anggota harus bertemu dengan konstituen sebanyak enam kali. Dalam setiap pertemuan, kegiatan dihadiri sekitar 100 orang. “Inilah kenapa kami minta pertimbangan dari pihak kepolisian karena reses melibatkan banyak orang,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, berharap reses tetap bisa dilaksanakan. Selain sudah melalui pembahasan di rapat Badan Musyawarah (Bamus), kegiatan reses memiliki banyak manfaat. Selain itu, reses juga dimaksimalkan untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut dia, untuk masalah peserta yang hadir dalam reses bisa disiasati dengan cara bergilir. Suharno mengungkapkan kewajiban mendatangkan minimal 100 peserta bisa diambil dengan membuat sesi pertemuan dan di setiap pertemuan menghadirkan 10 peserta. “Jadi di satu titik ada 10 pertemuan yang dilaksanakan di hari yang sama dengan cara bergantian,” katanya.