Masuk Terminal di DIY Tak Bawa Surat Keterangan Sehat, Penumpang Diperiksa

nPetugas Dishub gabungan dengan sejumlah instansi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pribadi berpelat nomor luar DIY dan bus AKAP yang masuk ke wilayah DIY di Lumbungrejo Tempel Sleman, Sabtu (11/4/2020), dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19. / Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
20 April 2020 12:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Terminal di wilayah DIY, mulai teminal Wates, Jombor dan Gunungkidul sudah melaksanakan protokol penanganan penumpang di terminal. Hingga kini, petugas mengklaim belum ada penumpang yang dilaporkan terpapar Covid.

Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dishub DIY Arief Rachman Hakim mengatakan pihaknya sudah menerapkan protokol kedatangan penumpang di terminal-terminal yang menjadi wewenang Dishub Sleman. Pengontrolan yang dilakukan Dishub DIY sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Bagi penumpang yang datang, terutama dari zona merah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi, kami minta untuk menunjukkan surat keterangan sehat dari daerah asal," jelasnya kepada Harianjogja.com, Minggu (19/4/2020).

Jika terdapat penumpang yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat, maka petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang dengan menggunakan thermogun.

"Itu sudah kami lakukan. Sampai saat ini kami masih belum menemukan penumpang dengan gejala indikasi Covid-19. Suhu yang diperiksa masih normal, belum ada indikasi sakit," jelasnya.

Dijelaskan Arief, pola tersebut dilakukan sebelum Jakarta menerapkan PSBB. Namun sejak Jakarta memberlakukan PSBB, katanya, belum ada penumpang yang turun baik di Terminal Jombor maupun Wates khususnya dari zona merah. "Untuk saat ini penumpang dari Jabodetabek hampir tidak ada, penumpang berasal dari luar zona merah," katanya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap akan melakukan antisipasi. Dishub akan mendirikan posko gabungan di terminal-terminal untuk terus melakukan monitoring penumpang bus yang turun di terminal. "Dalam waktu dekat kami siapkan tim Posko di terminal terdiri dari TNI/POLRI dan Dinkes. Saat ini masih dalam proses administrasi," katanya.

Jika nanti Dishub mendapati penumpang dengan gejala Covid-19, pihaknya juga bisa langsung berkoordinasi dengan Dinkes agar penumpang tersebut bisa ditangani sesuai protokol Covid-19. "Apabila ada yang mengalami gejala Covid-19, akan dirujuk ke Dinkes kabupaten, untuk dapat tindakan lanjutan," katanya.

Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Sleman Tetty Tamiyati mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Dishub DIY ada empat terminal besar yang perlu dilakukan pengawasan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Keempatnya, terminal Jombor, Giwangan, terminal Wates dan terminal Gunungkidul.

Di wilayah Sleman sendiri hanya Terminal Jombor yang sering dilalui bus besar antara kota antar provinsi (AKAP). Dikarenakan Terminal Jombor merupakan wewenang Dishub DIY, katanya, maka tim DIY akan memantau bus-bus yang masuk terminal. "Bus yang dari luar DIY diminta untuk tidak menurunkan penumpang sembarangan, harus sesuai protokol (di terminal," katanya.

Sekretaris Dishub Sleman Sulton Fathoni menjelaskan, pengelolaan terminal di bawah kewenangan Dishub Sleman belum perlu menerapkan protokol penanganan penumpang di terminal. Alasannya, terminal di Sleman tidak mengelola bus-bus AKAP.

"Belum [diterapkan] protokol penumpang, karena terminal di Sleman hanya terminal pedesaan, bukan antar kota antae provinsi [AKAP]," kata Sulton.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Dishub Sleman sudah menyediakan cairan antiseptik (hand sanitizer) di semua terminal. Selain di terminal Condongcatur, fasilitas yang sama juga tersedia di Terminal Pakem, Gamping dan Terminal Prambanan.

Pemberian fasilitas tersebut, kata Sulton, bisa dimanfaatkan oleh penumpang dan awak angkutan umum untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona.

Meski hanya menyediakan fasilitas tersebut, lanjut Sulton, Dishub tidak melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap pergerakan penumpang. Pengawasan tersebut hanya dilakukan di bandara khususnya bagi penerbangan dari luar negeri. "Untuk di terminal angkutan umum belum ada pengawasan atau pemantauan," katanya.

Masih Bingung
Kepala Stasiun Pelayanan Terminal Giwangan, Bekti Zunanta mengatakan pihaknya sudah menerapkan sejumlah antisipasi mencegah penyebaran virus Corona sesuai protokol Covid-19. Setiap bus yang datang, maka penumpang dan crew wajib cuci tangan dan masuk bilik sterilisasi.

"Mereka juga dicek suhu badannya. Bus kami semprot dengan disinfektan. Penumpang kami data sesuai eKTP, dan tujuan perjalanannya," katanya.

Hanya saja sampai saat ini, katanya, Terminal Giwangan belum mendapatkan sosialisasi terkait rencana penerapan protokol tersebut. "Sampai saat ini belum ada sosialisasi. Kami pun juga jadi bingung seandainya ada penumpang yang bergejala Covid-19. Sebab sampai saat ini tidak ada tim medis," kata Bekti.