Ramadan saat Pandemi, Polres Bantul Antisipasi Kerumunan di Area-Area Ini

Sejumlah petasan yang berhasil disita oleh Polsek Srandakan pada Minggu (19/5/2019). - Harian Jogja
28 April 2020 14:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kepolisian Resor Bantul (Polres) Bantul terus memberlakukan pengawasan ekstra terhadap sejumlah tempat di wilayahnya selama Ramadan dan selama pemberlakuan tanggap darurat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah tempat-tempat yang biasa menjadi area berkumpul warga saat Ramadan.

Pasalnya selain rawan digunakan sebagai tempat untuk berkerumun, beberapa tempat tersebut kerap kali digunakan oleh masyarakat untuk menggelar balap liar.

“Ada kecenderungan perubahan lokasi dan waktu balapan liar. Bahkan sekarang lebih banyak dilakukan pada pagi hari di beberapa tempat seperti Sanden dan Jalur Jalan Lintas Selatan [JJLS]. Oleh karena itu kami siapkan anggota di sana dan kami hentikan tindakan mereka,” kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, Selasa (28/4/2020).

Meski tidak merinci berapa banyak pelaku balap liar yang ditindak, tetapi Wachyu memastikan pembubaran dan menghentikan perbuatan  yang mengganggu warga sekitar serta pengguna jalan, itu cukup efektif.

Selain itu, Polres juga memaksimalkan patroli ke beberapa titik di Bantul. Berbekal pengeras suara, lanjut Wachyu anggotanya terus mengingatkan warga untuk tetap menerapkan prinsip-prinsip physical distancing. “Kami juga ingatkan warga untuk terus menggunakan masker,” lanjut Wachyu.

Di sisi lain, adanya tren peningkatan kejahatan di awal Ramadan telah diantisipasi oleh Polres Bantul. Wachyu mengatakan anggotanya terus mengingatkan kepada warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Jangan sampai di tengah pandemi Covid-19 dan pemaksimalan stay at home, para pelaku kejahatan justru dengan mudah bertindak serta mengganggu keamanan warga.

Sebab berdasarkan data di Polres Bantul, ada tren peningkatan kejahatan pada tri wulan pertama di 2020 dibandingkan tri wulan pertama di 2019. Kendati demikian, jika melihat perbandingan antara bulan Februari, Maret dan April 2020 ada penurunan. “Kami ingatkan ke warga. Jangan sampai mereka tinggal dirumah tetapi justru malah rumahnya kebobolan,” ucap Wachyu.