SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Warga berebut sisa-sisa gunungan di halaman masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018)./Galih Yoga Wicaksono.
Harianjogja.com, BANTUL - Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membatalkan kegiatan Hajad Dalem Grebeg Syawal tahun ini. Peniadaan upacara tradisi tahunan setiap Idulfitri ini sebagai upaya untuk menghindari risiko penyebaran Covid-19 yang bisa terjadi dalam kerumunan.
Peniadaan Gerebeg Syawal ini disampaikan Kraton melalui akun twitter resminya @Kratonjogja, “Seiring dengan kondisi tanggap darurat Covid-19, diberitahukan bahwa Kegiatan Hajad Dalem Garebeg Sawal tahun ini yang ditandai dengan arak-arakan gunungan dan prajurit keraton yang sedianya berlangsung pada 1 Sawal Wawu 1953/1441 H ditiadakan,” tulis Kraton.
Tidak hanya Grebeg Swawal yang ditiadakan, namun tradisi Numplak Wajik yang biasa digelar beberapa hari sebelum grebeg juga ditiadakan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran virus korona yang dapat terjadi dalam kerumunan massa.
Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu membenarkan informasi peniadaan upacara Grebeg Syawal tersebut. “Iya benar. Kraton mengurangi kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan,” kata Hayu, kepada Harian Jogja, melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp, Selasa (28/4/2020).
Meski upacara yang identik dengan arak-arakan gunungan itu ditiadakan, namun Hayu memastikan bahan-bahan untuk gunungan tetap dipersiapkan. Hanya saja bahan gunungan tersebut akan langsung dibagikan untuk abdi dalem Kraton.
“Jadi enggak perlu nyusun bentuk gunungan, sehingga Numplak Wajik yang membuat dasaran gunungan putri juga dibatalkan,” ujar Hayu, yang juga putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas ini.
Grebek Syawal merupakan tradisi tahunan yang digelar Kraton sebagai wujud syukur karena telah melaksanakan ibadah puasa Ramadan sekaligus sebagai sedekah Raja Kraton kepada rakyatnya. Biasanya terdapat tujuh gunungan yang diarak oleh abdi dalem.
Lima gunungan di antaranya dibawa ke kompleks Masjid Gede Kauman yang kemudian diperebutkan warga dan dua gunungan lainnya dibawa ke Kepatihan atau kantor Gubernur DIY dan Puro Pakualaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Rabu 23 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.