453 Mahasiswa di Jogja Tak Bisa Pulang Kampung karena Covid-19

Warga beraktivitas mengenakan masker. - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 April 2020 12:07 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas dibatasi, termasuk mudik ke kampung halaman. Akibatnya, sebanyak 453 mahasiswa dari berbagai daerah tidak bisa pulang kampung (pulkam) ke berbagai kota di Indonesia. Mereka saat ini terpaksa tetap tinggal 45 asrama di DIY.

"Kita dapat data dari kesbangpol, 453 mahasiswa ini masih tertahan di Jogja," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantoro di Kantor BPBD DIY, Rabu (29/4/2020).

Menurut Ketua Sekretariat Gugus Tugas COVID-19 DIY tersebut, Pemda DIY mengambil langkah cepat memberikan bantuan sosial (bansos) kepada mereka. Bansos rencananya akan dicairkan pada Jumat (1/5/2020) besok.

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako ke masing-masing asrama. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mahasiswa yang terdampak COVID-19.

Bansos tersebut dicairkan lebih cepat dibandingkan bantuan lain bagi masyarakat. Sebab, Pemda sudah mendapatkan data valid jumlah mahasiswa yang benar-benar terdampak COVID-19.

Sedangkan, pendataan penerima bansos bagi masyarakat lain hingga saat ini belum selesai dilakukan. Pendataan tersebut lebih rumit verifikasinya karena dimungkinkan masih tumpang tindih dengan data dari program bantuan lain.

"Proses sudah jalan, sehingga paling lambat Jumat sudah bisa dicairkan di asrama karena data sudah valid," ujarnya.

Sumber : Suara.com