Agil Sajikan Mi Ayam Mentah untuk Pelanggan

Pemilik Mie Ayam Dimul, Dhimas Agil bersama ayahnya tengah meracik paket mie ayam mentah pada Jumat (1/5/2020) di kedai miliknya. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
02 Mei 2020 12:57 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pecinta mi ayam mungkin tengah kebingungan saat ini. Jika ingin berbuka puasa dengan mi ayam, kerumunan pasti terbentuk. Padahal, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengimbau masyarakat mengurangi kerumunan. Antrean yang tidak dapat dihindari, salah-salah belum sempat menyantap semangkuk mie, waktu salat isya sudah tiba.

Ada yang tak kalah bingung. Pemilik Mi Ayam Dimul, Dhimas Agil hanya bisa senyum kecut saat bercerita beda Ramadan tahun ini dengan tahun lalu. "Kalau Ramadan tahun lalu sehari bisa 100 mangkuk, tahun ini penjualan mie ayam sehari bisa dihitung jari," ucapnya.

Meski demikian, Agil memilih tidak menyerah oleh gempuran pandemi yang memengaruhi bisnis kulinernya. Guna dongkrak penjualan, Mi Ayam Dimul tawarkan paket mi ayam mentah kepada pelanggan. "Mi ayam yang dimasak sendiri oleh pembeli, bisa dimasak kapan pun semau pembeli," ujarnya.

Mi ayam take away memang sudah banyak, tapi yang masih mentah dan bisa dimasak kapanpun sesuka pembeli, mungkin hanya satu-satunya di Kulonprogo. Dengan harga Rp8.000 per porsi sepaket bungkusan berisi satu porsi mie, dua lembar daun sawi, lengkap dengan bumbu rempah dan kaldu ayam khas mie ayam bisa dibawa pulang.

Agar bervariasi, Agil menciptakan dua varian Mi Ayam Dimul mentah yang bisa dibawa pulang. Varian pertama berupa sepaket mi ayam mentah dengan bakso kering. Sementara varian lainnya yakni sepaket mi ayam dengan bakso goreng. "Harga kedua varian sama, yang jelas lebih murah ketimbang mi ayam yang sudah matang," kata Agil.

Jangan khawatir soal ketahanan mi ayam mentah racikan Agil ini. Bila dimasukkan ke dalam kulkas, mie ayam mentah Dimul mampu bertahan hingga dua hari. Waktu yang cukup lama untuk konsumen bisa menikmati lezatnya mi ayam. Cukup ikuti petunjuk yang tertera dalam bungkus mika, pelanggan bisa menyajikan mi ayam sesuai selera. Pelanggan pun bisa melakukan berbagai terobosan sendiri, seperti menambahkan isian dan semacamnya sesuai keinginannya.

Mi ayam mentah Dimul ini bisa dipesan via daring. Cukup hubungi kontak yang tertera di media sosial Mi Ayam Dimul, maka sebungkus mie ayam bisa anda nikmati bahkan di waktu sahur sekalipun. Khusus untuk jasa antarnya, Agil tidak memungut biaya antar bagi pembeli di seputar Kapanewon Wates dan Pengasih. Pesanan akan diantar setiap sore sesuai waktu dan tempat yang disepakati.

Inovasi sederhana namun brilian ini terbukti memberi dampak baik bagi perekonomian usaha keluarga ini. Setidaknya sebanyak 20 bungkus mie ayam mentah diantar ke berbagai pelanggan bahkan ke partai besar seperti perkantoran. Hal itu tentu membantu di tengah lesunya pembelian langsung di kedai.

Perihal rasa jangan ditanya, butuh setidaknya tiga tahun bagi Agil menemukan racikan yang pas untuk mi ayam buatannya.
Semua orang tahu kaldu ayam, menjadi salah jantung cita rasa dari semangkuk mi ayam. Agil menemukan takaran yang pas dari perpaduan ayam dengan lada, garam, bawang putih, bawang merah, salam, daun jeruk, serta rempah - rempah rahasia lainnya dari cobaan yang berkali-kali ia lakoni.

Tak terhitung lagi puluhan percobaan yang ia lakukan untuk temukan cita rasa istimewa. "Banyak orang kalau datang ke sini tanya, dulu ikut juragan mana, padahal ini murni otodididak nyoba resep selama tiga tahun, baru di tahun keempat jualan buka kedai ini," jelasnya.

Dari kedai di Jln. Pahlawan No. 90 Kulonprogo, Agil menyerahkan tanggung jawab bisnis Mi Ayam Dimul kepada kedua orangtuanya. Sembari melanjutkan kuliah Agil terus memantau jalannya usaha keluarga itu. Di tengah pandemi Agil sukses membawa bisnis keluarganya masih tetap berjalan.

"Di satu sisi memang dampak Corona terhadap ekonomi ini sangat terasa, tapi di sisi lainnya saya anggap ini sebagai tantangan yang harus dicari jalan keluarnya," kata Agil.