Pembangunan Gerai Kopdes di Kota Jogja Terkendala Lahan, Ini Solusinya
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.
Tampak hasil pengolahan sampah anorganik berupa refuse-derived fuel (RDF) di hanggar TPST Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman, Jumat (22/8/2025). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto di Kapanewon Turi, Sleman beroperasi untuk mengolah sampah organik dan anorganik. Limbah hasil pengolahan sampah organik berupa lindi dipastikan dikelola dengan baik dan aman sebelum dibuang ke lingkungan.
Wakil Koordinator TPST Donokerto, Johan Nur Rosyid, mengatakan ada manpower TPST yang bertugas khusus mengelola dan mengolah lindi di IPAL. Kolam penampung lindi saat ini belum terisi penuh lantaran volume sampah masuk tergolong sedikit. Ada uji laboratorium sebelum lindi itu dibuang.
BACA JUGA: Jumlah Pengangguran di Jogja Terbanyak dari SMK, Ini Respons Disdikpora DIY
“Tapi di tampungan air lindi ada bahan kimia yang kami tuangkan untuk membuat steril. Ada tahapannya. Tampungan pertama diberi bahan kimia,” kata Johan ditemui di TPST Donokerto, Jumat (22/8/2025).
Baru ada dua dari tiga modul yang beroperasi. Ada keterbatasan tenaga kerja/ manpower. Sekarang ada 61 manpower dengan satu koordinator dan dua leader. Sisanya mengoperasikan mesin, bak penampung lindi, hingga petugas administrasi.
Johan menambahkan TPST beroperasi enam hari penuh dari pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Sepekan ini volume sampah masuk per hari sekitar 6 ton atau 36 ton dalam sepekan. Sampah anorganik masuk akan dipress menggunakan mesin hidrolik dengan hasil akhir efuse-derived fuel (RDF).
“Baru ada dua truk dump dari DLH Sleman dan satu pick up sampah dari BUMDes Donokerto yang masuk ke TPST. Jam operasional juga akan kami perpanjang kalau sampah masuk semakin banyak,” katanya.
Johan menerangkan RDF akan dikirim ke TPST Minggir sebagai tempat transit sebelum dikirim ke Kabupaten Cilacap.
Lurah Donokerto, R. Waluyo Jati, mengatakan perkembangan kawasan permukiman di Kalurahan Donokerto menimbulkan persoalan sampah. Lahan pekarangan mulai hilang digantikan bangunan. Padahal, lahan ini menjadi salah satu cara warga mengelola sampah dengan menimbun.
Dia mengaku warga Donokerto kebingungan membuang sampah setelah mereka memilah sampah. Sebab itu, katanya perlu ada insinerator yang dapat menjadi solusi sampah organik.
“Harapan Kalurahan Donokerto dan warga adalah sampah di warga kami dapat teratasi soalnya kami sudah memberi izin pendirian TPST di wilayah kami,” kata Jati.
Jati menegaskan pengelolaan sampah tidak boleh berorientasi pada bisnis. Dia mengharapkan jangan hanya sampah anorganik yang diprioritaskan untuk diolah menjadi RDF. Sampah organik perlu mendapat perhatian yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.
Hampir 1.000 orang ditahan dalam demonstrasi di Prancis yang diikuti lebih dari 400.000 orang untuk memprotes kenaikan biaya hidup.
MotoGP Australia 2026 dibatalkan akibat hujan dan kabut di Phillip Island. Veda Ega Pratama dan Mario Aji gagal tampil setelah Moto3 dan Moto2 dibatalkan.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat meminta Pemkot mengoptimalkan kampung wisata budaya agar kunjungan wisatawan lebih merata.
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.