Ikut Terdampak Covid-19, Ratusan Dai di DIY Diberi Bantuan

Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh (kiri) menyerahkan bantuan untuk dai kepada pengurus DDII DIY, Rabu (5/5/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
06 Mei 2020 16:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Ratusan dai pedesaan di DIY yang terdampak Covid-19 mendapatkan bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam bentuk sembako. Penyerahan bantuan diberikan di Kantor Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Jalan Ipda Tut Harsono, Kota Jogja, Rabu (6/5/2020).

Wakil Ketua DDII DIY Eri Masruri mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap dai pedesaan yang terdampak Covid-19, di mana rata-rata mereka berasal dari sektor informal seperti pedagang kecil. Dalam pendataan setiap kabupaten dan kota di DIY sedikitnya terdata sebanyak 50 dai, sehingga data sementara jumlah dai terdampak lebih dari 250 orang.

"Mereka [dai pedesaan] karena sebagian besar dari pedagang kecil, sehingga merasakan fase yang boleh dibilang krisis. Di Gunungkidul dan Kulonprogo itu cukup tinggi jumlahnya dai terdampak," katanya Rabu (5/5/2020).

Mengingat DDII DIY tidak memiliki sumber dana yang pasti untuk memberikan bantuan dalam skala besar, pihaknya mengupayakan bantuan dari lembaga lain salah satunya BPKH. Dai yang diberikan bantuan adalah yang benar-benar terdampak dan belum mendapatkan bantuan dari sektor lain termasuk pemerintah.

Di tengah pandemi ini, lanjutnya, dai memiliki peran penting dalam upaya memberikan siraman rohani, karena jika masyarakat terdampak secara ekonomi dikhawatirkan mentalnya ikut goyah. Dai diharapkan memberikan pendampingan mental agar masyarakat memiliki kekuatan dalam menghadapi pandemi ini.

"Beberapa dai terutama di pelosok masih ada yang memberikan ceramah tetapi semua sesuai protokol kesehatan. Dai ini menjadi garda terdepan dalam menguatkan mental masyarakat menghadapi pandemi" katanya.

Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh menyatakan jumlah bantuan yang diberikan oleh BPKH kepada dai di DIY sebanyak 250 paket sembako. Proses penyaluran dilakukan mitra yaitu Solo Peduli koordinasi bersama DDII DIY. Harapannya bantuan tersebut dapat membantu para dai yang terdampak Covid-19 dengan penyaluran tepat sasaran. "Kami berharap, bagaimana agar dai bisa tetap berperan di tengah pandemi ini, untuk menjaga situasi rohaniah dan mental seseorang terutama umat Islam," ujarnya.

Ia menambahkan bantuan tersebut diambilkan dari sisa efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji. Melalui dana tersebut BPKH merencanakan Rp100 miliar untuk membantu penanganan Covid-19 di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk DIY. Pihaknya melihat dai di DIY harus diberikan bantuan agar tetap bisa melaksanakan tugasnya menguatkan mental masyarakat terutama umat Islam.

"Sebenarnya anggaran itu tidak hanya untuk dai, tetapi khusus wilayah DIY sementara hanya untuk dai," katanya.