Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka mengoptimalkan penanganan dampak sosial di masyarakat, Pemerintah Kota Jogja akan menyiapkan penggunaan Dana Kelurahan di masing-masing wilayah.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengaku telah meminta semua lurah untuk menyiapkan skenario penggunaan Dana Kelurahan dalam penanggulangan dampak sosial pandemi Covid-19. “Sudah saya minta untuk disiapkan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Meski begitu, terkait dengan penggunaan Dana Kelurahan tersebut, Pekot masih menunggu arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya terkait dengan nominal Dana Kelurahan yang bisa digunakan dan bagaimana mekanisme penggunaannya.
Dia menuturkan dalam penanganan Covid-19, di bidang kesehatan sejauh ini sudah di-handle oleh Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja. Itulah sebabnya, Dana Kelurahan anantinya akan diarahkan untuk penanganan dampak sosial di wilayah.
Penanganan dampak sosial, imbuh dia, sebenarnya juga telah dilakukan oleh Pemkot, Pemda DIY sampai kementerian Sosial dengan pendistribusian bantuan sosial. “Dana Kelurahan ini untuk masyarakat yang belum tercover oleh bantuan sosial itu,” ujar dia.
Dia menjelaskan jumlah keluarga yang akan mendapat bantuan sosial itu yakni sebanyak 53.319 keluarga, dengan 8.000 keluarga di antaranya sudah dipastikan akan mendapat bantuan sosial, sisanya dari Pemkot Jogja dan Pemda DIY. Terkait dengan bantuan sosial ini, pihaknya masih menyisir data agar tidak terjadi dobel penerima bantuan.
Dana Kelurahan merupakan Dana Alokasi Umum dari Pemerintah Pusat untuk setiap kelurahan yang digunakan untuk pembangunan fisik dan nonfisik yang semuanya dikerjakan dengan mekanisme program Padat Karya. “Bisa dimanfaatkan untuk mereka yang dirumahkan dan PHK. Nah sekarang sedang kami tunggu petunjuknya untuk bisa dipakai sebagai jaring pengaman sosial,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jogja, Wasesa, menuturkan pada 2020 ini masing-masing kelurahan menerima Dana kelurahan sebesar Rp350 juta. “Dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembangunan fisik dan penyelenggaraan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat,” kata dia.
Sedangkan anggaran total yang dikelola setiap kelurahan tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya, karena mencapai 5% dari APBD Kota Jogja. dengan penambahan ini, setiap kelurahan dimungkinkan bisa mengelola anggaran Rp1 miliar lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pengibaran bendera Iran di Stadion Los Angeles saat Piala Dunia 2026 disambut meriah suporter. Iran juga sukses menahan Selandia Baru 2-2.
Penyiar senior TVRI Teddy Resmi Sari meninggal dunia pada usia 90 tahun. Sosok "Kak Teddy" dikenang sebagai pelopor penyiaran Indonesia.
PHRI DIY menilai long weekend belum mampu menaikkan lama tinggal wisatawan di Jogja. Sinergi event didorong untuk tingkatkan kunjungan dan belanja wisata.
Boualem Khoukhi mencetak gol dramatis saat Qatar menahan Swiss 1-1 di Piala Dunia 2026. Rumor bonus Rolls-Royce dan jutaan dolar ikut menjadi sorotan.
Nothing Ear (Open) Blue resmi hadir di Indonesia dengan harga Rp1,699 juta. Earphone open-ear ini menawarkan baterai hingga 30 jam dan fitur fast charging.