14 Karyawan Indogrosir yang Reaktif Corona Merupakan Warga Bantul

Ilustrasi. - Ist/Freepik
08 Mei 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan terdapat 14 orang karyawan Indogrosir Sleman asal Bantul yang hasil pemeriksaan lewat rapid diagnostic test (RDT) menunjukkan reaktif.

Ke-14 karyawan tersebut sebagian besar sudah diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) dan PKU Muhammadiyah Bantul. “Ada beberpa yang masih di rumah tapi sudah diambil swab-nya. Nanti akan menyusul diisolasi di RSLKC,” kata Sri Wahyu, Jumat (8/5/2020)

Karyawan Indogrosir asal Bantul tersebut tersebar di Kecamatan Sedayu, Sewon, Banguntapan, dan Kasihan. Menurut Sri Wahyu ke-14 karyawan Indogrosir asal Bantul tersebut berdasarkan hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan Sleman.

Lebih lanjut Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso juga meluruskan soal informasi pengusiran salah keluarga karyawan Indogrosir di Banguntapan. Menurut Oky, Karyawan Indogrosir yang sudah beristri itu indekos di wilayah Banguntapan.

Setelah ada pemeriksaan rapid test dan dinyatakan reaktif, sang suami harus isolasi dan dibawa ke PKU Muhammadiyah Bantul. Sementara istrinya diminta pulang oleh suaminya ke rumah orang tua di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret. Oky memastikan tidak ada penolakan karyawan Indogrosir. “Istrinya memang diminta suami pulang ke Pleret,” ujar Oky.