Penyaluran Pertama Semrawut, Dinsos P3A Siapkan Protokol untuk Tahap Lanjutan BST Covid-19 di Kulonprogo

Kerumunan masyarakat yang hendak mencairkan BST di Gedung Kesenian Wates, Kapanewon Wates, Sabtu (9/5/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Mei 2020 21:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta menyayangkan semrawutnya penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dampak pandemi COVID-19 oleh Kementrian Sosial RI disalurkan melalui layanan POS Indonesia kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kulonprogo, Sabtu (9/5/2020).

"Undangannya itu sebenarnya sudah terbagi dalam jam-jam tertentu, tapi ternyata tidak dihiraukan KPM, karena mungkin keburu untuk menerima bantuan, akhirnya terjadi kerumunan seperti ini," ujar Irianta.

Oleh karena itu Irianta meminta para KPM untuk tenang dan tidak tergesa-gesa mengambil BST karena dapat menimbulkan kerumunan yang berpotensi terjadi penularan virus corona.

Dia meyakinkan, bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan jumlah KPM. Artinya tidak ada KPM yang tidak menerima bantuan. Dia menerangkan total KPM asal Kulonprogo yang berhak menerima BST sebanyak 20.158 KPM. Dari jumlah itu 17.643 di antaranya disalurkan melalui layanan Pos Indonesia. Sisanya lewat transfer BRI, BNI dan BTPN.

"Sehingga tidak perlu terburu-buru, semua KPM yang terdata pasti dapat bantuan," ujarnya.

Irianta mengatakan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penyelenggara. Pada Minggu (10/5/2020) besok, akan digelar penyaluran BST lanjutan tapi di tingkat kapanewon. Agar hal serupa tak terulang, maka, dalam penyaluran besok, penerapan protokol kesehatan bakal dioptimalkan.

Salah satu KPM, Eka Desi Setyawati, 28, menyayangkan penyaluran BST yang semrawut itu. Menurut Eka, penyaluran BST akan lebih baik jika dilangsungkan di masing-masing kalurahan guna meminimalisir adanya kerumunan.

"Mungkin kalau diadakan di tiap desa gitu malah lebih baik, daripada kaya gini kan malah terlalu ramai," ujar perempuan asal Dusun Sanggrahan Lor, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates itu.