APBD Perubahan Gunungkidul: Transfer Turun, PAD Dinaikkan
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Ilustrasi rapid test /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul akan melakukan rapid test massal Corona. Ada ribuan orang yang ikut tes ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, memiliki 3.100 alat rapid test Covid-19. Total hingga saat ini sudah digunakan sebanyak 1.076 unit.
Menurut dia, tes secara massal akan dilaksanakan mulai Selasa (12/5/2020). Total alat rapid yang disediakan sebanyak 2.000 unit. Rencananya, pengetesan dilakukan untuk warga yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), tenaga puskesmas berisiko, pekerja migran Indonesia hingga anggota jemaah tabligh. “Total ada 2.000 tes,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).
Diharapkan rapid test yang melibatkan ribuan warga bisa selesai dalam minggu ini. Adapun tes dilakukan di 30 puskesmas di Gunungkidul. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.
Cek jadwal 6 bansos September 2026, mulai PKH, BPNT, beras, PIP, PBI JKN hingga KIP Kuliah dan BLT Kesra Rp900.000.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Dugaan keracunan MBG di Bantul ternyata menimpa 70 murid di empat sekolah. SPPG Patalan 2 kini diberhentikan operasionalnya.