RTRW Baru Gunungkidul Ditarget Terbit Sebelum 7 Oktober
Reviu RTRW Gunungkidul ditargetkan menjadi perda sebelum 7 Oktober 2026. Regulasi baru diharapkan mendorong pemerataan pembangunan.
Ilustrasi rapid test /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul akan melakukan rapid test massal Corona. Ada ribuan orang yang ikut tes ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, memiliki 3.100 alat rapid test Covid-19. Total hingga saat ini sudah digunakan sebanyak 1.076 unit.
Menurut dia, tes secara massal akan dilaksanakan mulai Selasa (12/5/2020). Total alat rapid yang disediakan sebanyak 2.000 unit. Rencananya, pengetesan dilakukan untuk warga yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), tenaga puskesmas berisiko, pekerja migran Indonesia hingga anggota jemaah tabligh. “Total ada 2.000 tes,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).
Diharapkan rapid test yang melibatkan ribuan warga bisa selesai dalam minggu ini. Adapun tes dilakukan di 30 puskesmas di Gunungkidul. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reviu RTRW Gunungkidul ditargetkan menjadi perda sebelum 7 Oktober 2026. Regulasi baru diharapkan mendorong pemerataan pembangunan.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.