Rumah Sakit Ini Disiapkan Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19 di DIY

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Mei 2020 09:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan memaksimalkan sebuah bangunan berlantai tiga di RSPAU Hardjolukito untuk menampung khusus pasien Covid-19. Tiga kabupaten di DIY menyatakan kesiapan untuk mendukung dari sisi sumber daya manusia (SDM) di RS Hardjolukito.

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menjelaskan Pemda DIY telah menggelar rapat bersama untuk menindaklanjuti terjadinya lonjakan pasien Covid-19.

Beberapa hal yang dilakukan antara lain, Bantul dan Sleman telah menyediakan sejumlah rumah sakit rujukan tambahan melalui SK Bupati, selain itu, memaksimalkan RSPAU Hardjolukito. RS Lapangan di Bambanglipuro Bantul juga akan dimaksimalkan khusus untuk penanganan.

“Persiapan kami lakukan seperti mengkondisikan Hardjolukito, tadi sempat dibahas juga antisipasi kami, termasuk memaksimalkan Hardjolukito. Kemudian memaksimalkan Asrama Haji, kalau Bantul mendukung RS Lapangan Bambang, kemungkinan kami persiapannya,” katanya, Senin (11/5/2020) sore.

Biwara mengatakan, mengingat saat ini rumah sakit yang paling siap dari sisi bangunan dan fasilitas adalah RSPAU Hardjolukito, maka RS inilah yang akan dimaksimalkan. Dari pertemuan itu, kata dia, tiga kabupaten dalam hal ini Sleman, Bantul dan Gunungkidul menyatakan kesiapannya untuk mendukung fasilitas di RSPAU tersebut.

“Kabupaten akan menginventarisasi, tadi Sleman Bantul Gunungkidul siap memback up Hardjolukito supaya bisa maksimal tiga lantai difungsikan, baru akan ditindaklanjuti di tingkat teknis oleh Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kebutuhan yang harus didukung di RSPAU untuk dijadikan khusus penanganan Covid-19 adalah tenaga medis dan paramedis. Tiga kabupatena akan membantu kesiapan dari sisi SDM yang nanti akan dibahas lebih teknis lagi.

Karena yang sudah siap Hardjolukito, siap dari sisi gedung, ruang, di sana belum siap [operasi] karena tenaga medisnya dibawa ke Wisma Atlet [Jakarta], sehingga kemudian kekurangan. Kalau kemudian ada kebutuhan, skema itu rencana kemudian dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pembahasan itu memang belum sampai pada tataran teknis untuk pembiayaan. Tetapi penggunaan anggaran sangat dimungkinkan menggunakan belanja tak terduga. “Belum sampai ke anggaran, kalau anggaran semua dari BTT [belanja tak terduga] cuma kemudian sharenya seperti apa akan dibahas lagi,” ucapnya.