Farmasi UGM Uji Kualitas APD, Begini Hasilnya

Alat pelindung diri (APD). - Reuters
13 Mei 2020 02:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Demi memberikan rasa aman dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan layanan pengujian pada alat pelindung diri (APD) untuk menjaga kualitasnya.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni, Fakultas Farmasi UGM, Endang Lukitaningsih, mengatakan upaya ini sangat penting untuk mengontrol kualitas APD. Adapun APD yang diuji tersebut meliputi masker, hazmat suits, kacamata goggle, hingga alat pelindung wajah atau face shield.

Program layanan pengujian kualitas APD ini bersinergi dengan ruang lingkup Gugus Tugas Covid-19 Provinsi DIY di Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Di tingkat lapangan program layanan pengujian kualitas alat ini secara teknis dikoordinasi oleh Laboratorium Advanced Pharmaceutical Sciences (APS).

Endang menuturkan pengujian alat pelindung diri menggunakan protokol pengujian atau pemeriksaan daya tembus cairan yang diadaptasi dari American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) 42 Water Resistance. Protokol ini didasarkan pada cara penularan virus Covid-19 yang diketahui melalui droplet berukuran kecil yang dikeluarkan pasien ketika bersin atau batuk.

"Saat pengujian ditemukan pada bagian seperti jahitan, area leher, dan bagian kancing APD dijumpai lubang atau pori yang menyebabkan cairan masuk. Ini tentu membahayakan bagi tenaga medis yang menggunakan karena berpotensi tertular," kata Endang pada Selasa (12/5/2020).

Lewat upaya ini, Endang menyatakan sivitas akademika Fakultas Farmasi UGM membantu melakukan pemeriksaan kualitas APD untuk menjamin keamanan ketika digunakan oleh para tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam penanggulangan infeksi Covid-19. Dalam kegiatan pengujian ini juga melibatkan beberapa stakeholder.

“Kami bekerja sama dengan beberapa stakeholders untuk memeriksa sampel APD yang akan digunakan para tenaga medis dan tenaga kesehatan, ini penting sebagai upaya pencegahan dan penanganan infeksi Covid-19,” terangnya.

Hasil dari pengujian ini menurut Endang tersaji dalam bentuk persentase daya tembus cairan, permasalahan lain terkait alat pelindung diri, serta sejumlah rekomendasi.