Bertahan di Jogja Selama Pandemi, Ratusan Mahasiswa Diberi Jatah Makanan Berbuka Puasa

Pembagian ransum berbuka puasa bagi mahasiswa UAD yang masih bertahan di Jogja selama pandemi corona. - Ist/UAD.
13 Mei 2020 15:27 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Masih ada ribuan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia yang tetap bertahan di Jogja selama pandemi Covid-19. Di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) misalnya ada sekitar 400 mahasiswa yang masih bertahan di Jogja dan diberikan ransum dengan disiapkan ketika jelang berbuka.

Ketua RDK UAD Nur Kholis menjelaskan beberapa kegiatan Ramadan ada yang ditiadakan di tahun ini karena tidak memungkinkan. Mulai dari salat tarawih, haflah, berbagai perlombaan dan itikaf di Masjid. Kegiatan lainnya masih berjalan namun dengan teknis pelaksanaan yang berbeda, seperti pemberian ransum berbuka puasa untuk mahasiswa UAD yang masih bertahan di Jogja selama pandemi dengan jumlah 400 porsi setiap sore.

"Makanan langsung diambil oleh mereka dan langsung pulang. [Ransum] Ini diberikan setiap hari selama puasa, mahasiswa bisa mengambil sejak pukul 16.30 WIB sampai pukul 17.15 WIB," katanya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (13/5/2020).

Ia menambahkan pemberian ransum takjil itu merupakan wujud kepedulian UAD kepada para mahasiswanya yang masih berada di Jogja. Pihaknya tetap memperhatikan mahasiswa meskipun di tengah pandemi. "Mahasiswa ambil makanan langsung kembali, dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Kegiatan lain yang masih berlangsung adalah kajian jelang buka melalui kanal YouTube, Instagram, dan Facebook Takmir Masjid Islamic Center UAD. Selain itu ada juga Siraman Rohani Malam Ramadan (Salam Ramadan) du kanal yang sama. Kegiatan pemberian santunan bagi 1.000 yatim dhuafa juga tetap dilaksanakan dengan konsep berbeda.

"Kegiatan RDK semua pelaksanaannya mengikuti standar operasional penanganan Covid-19 yang baku, agar kami juga berkontribusi mencegah penularan virus," ucapnya.