Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - Merebaknya beberapa klaster di Kulonprogo membuat pemerintah bergerak cepat dalam melakukan pengambilan pasien positif maupun reaktif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Dalam proses pengambilan pasien tim dibagi dua regu, satu regu bertugas menjemput dan mengantar pasien ke rumah sakit rujukan. Sementara satu regu lainnya bertugas mendekontaminasi rumah pasien.
Salah satu relawan Posko Dekontaminasi Kulonprogo, Dicky Setiawan menjelaskan penyemprotan hanya dilakukan di rumah pasien positif dan reaktif. Rumah pasien dalam kategori tersebut akan secara langsung didekontaminasi sesaat setelah pasien dijemput. "Penyemprotan dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku," jelas Dicky dihubungi pada Selasa (12/5/2020).
Dicky menjelaskan satu regu dekontaminasi rumah terdiri enam orang, satu orang pengemudi, satu orang penyemprot sabun, dan empat orang petugas dekontaminasi rumah. Penyemprotan disinfektan dilakukan ke seluruh bagian rumah terutama benda-benda yang kemungkinan disentuh pasien. "Semua, kamar tidur, kamar mandi, juga sekitar rumah pasien, sesuai pernyataan pasien yang bersangkutan sempat beraktivitas di mana saja," ujarnya.
Satu pelaksanaan dekontaminasi rumah paling cepat dilakukan 20 menit dan paling lama satu jam, tergantung luasan tempat tinggal pasien. Lama tersebut tentu belum termasuk waktu tempuh perjalanan yang beragam. "Pernah penyemprotan di Kapanewon Samigaluh berangkat dari posko pukul 14.00 WIB lalu baru sampai posko kembali pukul 18.00 WIB, sekitar empat jam," jelasnya.
Sejauh ini setidaknya lebih dari 10 rumah yang disemprot oleh relawan dari Posko Dekontaminasi Kulonprogo. Regu dekontaminasi terdiri dari tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Salah satu kendala yang dihadapi tim dekontaminasi adalah jarak tempuh dan penerangan lokasi penyemprotan. Dicky mengatakan penyemprotan rumah tidak melihat waktu, tim dekontaminasi pernah melakukan penyemprotan pukul 05.00 WIB maupun pukul 21.00 WIB. "Kalau malam kondisi penerangan agak sulit," ujarnya.
Saat melakukan dekontaminasi, regu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. APD tersebut meliputi satu baju hazmat, sepatu bot lengkap dengan perlindungnya, satu sarung tangan bedah masih dilapisi satu masker panjang selengan, sebuah google masih dilapisi face shield, dan satu masker bedah yang masih didobeli respirator.
"Kalau perjalan jauh dan luasan rumah luas, biasanya berkeringat membuat masker bedah basah, kalau sudah basah nanti susah bernapas," ucapnya.
Meski demikian Dicky mengaku, dia bersama rekan-rekannya tetap melakukan tugas tersebut. Ia berpesan kepada orang yang kontak dengan pasien untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
"Intinya penyemprotan untuk menekan penyebaran melalui droplet yang mungkin pernah disentuh pasien, tapi orang yang kontak dengan pasien harus tetap mematuhi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengisolasi diri," tukas Dicky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kota Jogja mendorong potensi kampung, UMKM, wisata, seni, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga.
Saat memutuskan untuk membatalkan pengajuan pinjaman, penting untuk memahami prosedur yang berlaku dan menggunakan kontak layanan resmi
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Yuki Tsunoda kembali tampil di F1 pada GP Belanda 2026 bersama Racing Bulls setelah Isack Hadjar absen akibat cedera pergelangan tangan.
KPK mengungkap dugaan suap ratusan juta rupiah untuk masuk Fakultas Kedokteran Unsoed. KPK juga mendalami dugaan praktik di fakultas lain.