Masih Dirawat di RSUD Wates, Begini Kondisi 7 Pasien Positif Covid-19 di Kulonprogo

Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - Antarafoto/Oky Lukmansyah
13 Mei 2020 03:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Kesehatan Kulonprogo menyatakan seluruh pasien dalam pengawasan (PDP) positif COVID-19 yang dirawat di RSUD Wates, saat ini dalam kondisi stabil.

"Secara umum kondisinya stabil," ujar Juru Bicara Pusat Informasi COVID-19 Dinkes Kulonprogo, Baning Rahayu Jati, kepada Harianjogja.com, Selasa (12/5/2020).

Perlu diketahui RSUD Wates sudah merawat delapan pasien positif COVID-19. Dari jumlah itu, satu pasien, yaitu bayi laki-laki berusia sekitar empat bulan, asal Kapanewon Wates sudah dinyatakan negatif. Dan sejak 5 April kemarin sudah diperbolehkan pulang. Bayi itu merupakan kasus pertama positif COVID-19 di Kulonprogo. Penomorannya yakni KP-1.

Sementara untuk KP-2 hingga KP-8, saat ini masih dirawat di RSUD Wates. Mereka hanya tinggal menunggu hasil tes SWAB oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta.

KP-2 merupakan ABK dari Amerika yang pulang ke Kulonprogo. Pasien pria berusia 33 tahun itu tinggal di wilayah Kapanewon Wates. KP-02 sebenarnya sudah cukup lama dirawat di RSUD Wates. Ia menjalani perawatan sejak 9 April dan hingga sekarang ia belum diperbolehkan pulang karena berdasarkan dua kali tes swab, hasilnya masih positif.

Sembari menunggu perawatan KP-2, Dinkes Kulonprogo melakukan tracing terhadap kontak erat yang bersangkutan. Hasilnya sampai kemarin tidak ditemukan kasus reaktif corona berdasarkan RDT terhadap kontak erat dengan KP-2 itu.

Sementara KP-3 asal Lendah dan KP-4 warga Sentolo, merupakan santri yang masuk kluster Ponpes Temboro Magetan. Selanjutnya KP-5 merupakan kasus dari kluster Ijtima Ulama Dunia Gowa. Kasus positif Kulonprogo ke-7 (KP-7) merupakan pria berusia 49 tahun asal Kapanewon Sentolo.

Kasus positif Kulonprogo keenam ini atau KP-6 merupakan perempuan berusia 50 tahun asal Kapanewon Samigaluh. Perempuan ini kemungkinan tertular virus dari seorang tamu asal Jakarta yang pernah berkunjung ke rumahnya pada pertengahan Maret lalu.

Adapun untuk pasien KP-7 adalah salah satu peserta Jamaah Tablig Jakarta pada pertengahan Maret 2020. Dan yang terbaru, saru pasien KP-8, perempuan, 33, asal Kapanewon Nanggulan, berasal dari kluster Indogrosir. Pasien tersebut merupakan karyawan Indogrosir.

Plt Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan pihaknya masih terus melakukan tracing terhadap kontak erat seluruh pasien positif. Tracing itu dilakukan dengan metode snowball. Jumlah kontak erat yang terjaring tergantung pada jumlah orang yang berhubungan dengan pasien positif.

Budi meminta agar orang yang kontak erat dengan pasien positif harap melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu. Isolasi akan selesai bila orang kontak erat dalam dua kali rapid test dinyatakan negatif.

Sementara itu bagi orang yang kontak erat dengan pasien reaktif, akan lebih baik membatasi kontak. Karena pasien reaktif kemudian dinyatakan positif melalui swab, maka orang kontak erat yang berisiko tertular tidak melakukan banyak kontak dengan orang lain.