Kolaborasi Forkopimda Sleman, Bersatu Melawan Covid-19

Bupati Sleman Sri Purnomo di Media Center Gugus Tugas Penanganan Covid-19. - Ist
15 Mei 2020 11:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN  - Pemerintah Kabupaten Sleman membentuk Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Senin 23 Maret 2020. Gugus tugas Covid-19 ini dibentuk untuk menguatkan koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Sleman.

Pembentukan Satgas Covid-19 Sleman tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sleman. Mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Kapolres hingga Dandim 0732 Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo saat itu mengatakan pembentukan Satgas Covid-19 Sleman tersebut bertujuan untuk menguatkan koordinasi penanganan Covid-19 di wilayah Sleman. Selain penanganan langsung terhadap kasus, Satgas Covid juga diminta untuk melakukan antisipasi dampak ikutannya.

"Langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergitas antar lembaga dan perangkat daerah baik pemerintah maupun swasta harus dilakukan," kata bupati di Pendopo Parasamya Sleman.

Pembentukan gugus tugas tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman No.19.2/Kep.KDH/A/2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Sleman. Dalam penanganan bencana nonalam ini, Bupati Sleman dibantu oleh Wakil Bupati, Kapolres Sleman dan Dandim 0732/Sleman menjadi pengarah bagi Satgas Covid-19.

Gugus ini pun dilengkapi dengan enam bidang pelaksana. Meliputi bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, operasional, komunikasi dan informasi. Masing-masing bidang memiliki koordinator. Untuk bidang kesehatan dikoordinasi oleh Kepala Dinas Kesehatan, bidang pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, bidang ekonomi oleh Kepala Dinas Pariwisata, bidang sosial kemasyarakan oleh Kepala Dinas Sosial, bidang operasional oleh Kepala Pelaksana BPBD, dan bidang komunikasi dan informasi oleh Kepala Dinas Kominfo Sleman.

"Upaya sinergis ini perlu dilakukan karena tidak ada cara tunggal menuntaskan penyebaran Covid-19 kecuali dengan mempererat kerjasama," kata Sri.

Ketua Satgas Covid-19 Sleman sendiri dipegang oleh Penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo. Dalam pelaksanaannya, gugus tugas melibatkan semua sektor dan lapisan secara terpadu dan terstruktur. Sebagai contoh, Dinas Kesehatan menjadi koordinator bidang kesehatan yang tugas utamanya untuk memastikan semua fasilitas kesehatan di Sleman siap memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien terkait Covid-19.

Begitu juga dengan bidang-bidang lainnya, mereka bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di masing-masing bidang. Pelibatan Forkompinda dalam penanganan virus Corona di Sleman tersebut diharapkan bisa bahu membahu menangani pandemi.

Kolaborasi Sosial

Penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi di Sleman, misalnya, melibatkan semua unsur. Baik personel BPBD Sleman, TNI kepolisian hingga relawan kebencanaan dan masyarakat. Hampir setiap hari selalu ada kegiatan penyemprotan baik di wilayah pemukiman maupun sarana publik. Seperti pasar, jalan, taman, terminal, fasilitas kesehatan dan lainnya.

Kolaborasi juga dilakukan lewat pembinaan dan sosialisasi protokol penanganan Covid-19, mulai dari imbauan penggunaan masker, penerapan physical distancing hingga seruan untuk stay at home. Tidak hanya ditingkat kabupaten, imbauan protokol penanganan Covid-19 ini juga melibatkan seluruh jajaran Forkopimda di masing-masing kecamatan.

Untuk mengatasi dampak Covid-19 di tengah masyarakat, Pemkab, Kodim 0732 dan Polres Sleman juga berkolaborasi membuka dapur umum di Kodim Sleman. Penyelenggaraan dapur umum dilakukan setiap seminggu sekali. Dapur umum ini menyasar masyarakat terdampak dan tenaga medis di rumah sakit-rumah sakit.

Selain memberikan makanan untuk berbuka puasa, juga dalam bentuk sembako kepada masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19. "Pajurit TNI/Polri yang bekerja di dapur umum harus tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, serta menerapkan physical distancing guna mencegah penularan virus korona," kata Sri Purnomo saat meninjau dapur umum Senin, 4 Mei 2020.

Kehadiran bupati juga diiringi oleh pejabat Forkompinda Sleman di antaranya, Ketua DPRD Haris Sugiharta, Kapolres AKBP Rizky Ferdiansyah, dan Dandim Letkol Inf Diantoro.

Kolaborasi Kamtibmas

Pandemi Covid-19 berdampak pada kehidupan sosial, kesehatan dan ekonomi masyarakat. Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bupati Sleman Sri Purnomo menghimbau masyarakat di untuk meningkatkan keamanan.

Masalah tersebut juga dibahas dalam rapat koordinasi Forkopimda Sleman, menyusul munculnya berbagai isu terkait gangguan keamanan di tengah pandemi Covid-19. "Di masa pandemi Covid 19, warga diminta untuk meningkatkan kegiatan patroli wilayah secara mandiri untuk menjaga lingkungannya," kata bupati, Selasa 12 Mei lalu.

Selain menghimbau masyarakat, bupati juga mengintruksikan agar Camat dan Satpol PP serta Bakesbangpol Sleman untuk rutin melakukan patroli dan memantau keadaan keamanan dan ketertiban wilayah. Tentunya masalah tersebut juga melibatkan personel Babinsa maupun Babinkamtibmas di desa-desa.

"Dalam rakor Forkopimda Sleman kami tegaskan kembali pemerintah memiliki kebijakan yang masih sama yaitu tidak memperbolehkan mudik atau pulang kampung," kata Sri.

Sebagai upaya untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab melalui Dinas Perhubungan Sleman dan Satgas Covid 19 Sleman serta keterlibatan unsur TNI dan kepolisian, terus memantau dan monitoring pergerakan pemudik atau masyarakat yang akan masuk ke wilayah Sleman.

Kolaborasi Aktif

Menurut Sri Purnomo kunci dari pengendalian Covid-19 adalah kedisiplinan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat. Masyarakat harus terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19.

''Menggunakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun, kedisiplinan yang kuat mematuhi peraturan dan semangat gotong rotong untuk saling membantu harus terus dilakukan bersama-sama,'' kata Sri.

Semangat gotong royong di masyarakat sudah banyak dilakukan. Salah satunya dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat. Bantuan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis hingga bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak terus dilakukan masyarakat.

''Berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan," katanya.

Sri Purnomo menjelaskan, adanya wabah Covid-19 tidak hanya berdampak kepada kesehatan, tapi juga berdampak kepada sektor lain, di antaranya perekonomian. Banyak masyarakat yang tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus diberhentikan dari tempat kerjanya.

"Untuk itu penanganan wabah corona ini akan berhasil dengan adanya sinergitas dari berbagai pihak untuk bersama-sama melawan wabah tersebut," katanya. (*)