Cetak Sejarah, Ajeng Tresna Jadi Penerbang Tempur Wanita Pertama di Indonesia

Letda Pnb Ajeng Tresna. - Antara.
19 Mei 2020 00:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Perbang (Sekbang) TNI AU akhirnya bisa mencetak seorang penerbang tempur atau fighter wanita pada lulusan angkatan ke-97. Dia adalah Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018.  

Ajeng dilantik sebagai penerbang tempur secara video conference bersama 44 penerbang lainnya dalam Wisuda Siswa Sekbang Angkatan ke-91 atau Wingday, Senin (18/5/2020). Di mana tiga penerbang lainnya dilantik oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Yuyu di Auditorium IG. Dewanto, Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur. Sedangkan 43 penerbang lainnya dilantik secara virtual saat berada di Wisma Adi Kompleks Lanud Adisutjipto.

Sekbang yang berada di Lanud Adisutjipto Yogyakarta ini telah mencetak ribuan penerbang militer, namun baru kali ini bisa menelurkan penerbang tempur wanita karena memiliki kualifikasi khusus. Penerbang militer wanita Indonesia yang terkenal dengan kemampuan manuvernya, sebelumya juga dilahirkan dari sekolah ini yaitu Mayor Pnb Sekti Ambarwaty sebagai penerbang pesawat angkut jenis CN dan Mayor Pnb Fariana Dewi Djakaria Putri sebagai pembesut Helikopter. Kini Letda Ajeng Tresna menorehkan sejarah sebagai wanita pertama fighter Indonesia yang berpotensi mengemudikan pesawat tempur, seperti tempur taktis maupun tempur sergap.

Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus Muhammad Yuris mengatakan, selain melantik Letda Pnb Ajeng, KASAU juga melantik 42 perwira TNI AU termasuk dua perwira wanita dan dua perwira TNI AD pada upacara Wingday tersebut. Upacara berlangsung secara sederhana pada dua tempat, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi Covid-19.

Di Mabes TNI AU, Marsekal Yuyu menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD. Sedangkan wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dan terhubung melalui jaringan video jarak jauh.

Terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna ini menjadi sejarah bagi TNI khususnya TNI AU. Karena pada Wingday Sekbang-97 inilah untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter yang akan menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Seusai dilantik, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini, akan memulai pengabdiannya di Skuadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Dalam wawancara jarak jauh yang dilakukan Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus M Yuris dengan Letda Pnb Ajeng, terungkap bahwa putri pasangan Kolonel Sus Prayitno dan Wiwi Sundari ini memang memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter. Karena para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.

"Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya, agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud," kata perempuan kelahiran Jakarta, 25 September 1995 ini.

Ketika ditanya apakah pernah menonton film "Captain Marvel", salah satu seri dari "The Avengers" yang dibintangi aktris Brie Larson sebagai Carol Denver, seorang pilot tempur perempuan angkatan udara yang menjelma menjadi superhero, perempuan berdarah Jawa ini mengaku belum pernah menontonnya.

Namun, kini Ajeng akan menjadi pionir bagi juniornya bahwa kaum perempuan juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur laki-laki. Seluruh wisudawan yang dilantik KASAU akan segera bergabung dengan skuadronnya masing-masing yang terdiri dari 34 penerbang pesawat fixed wing dan 10 penerbang rotary wing (helikopter).

Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skuadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skuadronnya masing-masing. Peraih trofi siswa terbaik kategori fixed wing diraih oleh Letda Pnb Ravi dari Payakumbuh dan kategori rotary wing Letda Pnb Sandro dari Pekanbaru.

Sumber : Antara