Manfaatkan Reses, Imam Priyono Kunjungi Warga Terdampak Covid-19 di Bumijo Jogja

Imam Priyono (kanan) mengunjungi warga Bumijo Kota Jogja. - Istimewa
21 Mei 2020 23:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Anggota DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan  Imam Priyono D. Putranto,  Rabu, 20 Mei 2020, berkunjung dan berdialog dengan warga RW 03 dan RW 07 Bumijo, Jetis, Kota Jogja. Kunjungan Imam tersebut dalam rangka Reses atau Jaring aspirasi Masyarkat sekaligus memonitor kondisi warga terkait dampak Covid-19. Kegiatan tersebut dilakukan secara tatap muka dan door to door ke rumah-rumah warga sejak tanggal 18 Mei 2020 dan juga telah berlangsung di Kelurahan Bumijo, Tegalpanggung, Pringgokusuman dan Gedongkiwo.

Dalam pertemuan tatap muka tersebut , warga menyampaikan bahwa mereka sudah terkena dampak ekonomis dari Covid-19. Penghasilan mereka berkurang drastis sebagai akibat berada dirumah terus selama pandemi terjadi. Warga juga meminta kepada anggota DPRD  untuk menyampaikan kepada pemerintah untuk memberikan jalan keluar agar tetap dapat menggerakkan roda perekonomian untuk bertahan hidup namun tetap terlindungi dari wabah Covid-19 ini.

Dalam penjelasan Resesnya, Imam menyampaikan tentang Program Bantuan Sosial yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah DIY untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. “Kita mesti bersatu, bergotong-royong menghadapi situasi pandemi ini serta tetap disiplin dalam menjalankan protocol kesehatan agar terhindar dari Virus Corona,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY ini.

Bentuk gotong-royong warga salah satunya adalah berpartisipasi dalam pengawasan penyaluran bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada warga terdampak covid-19 agar benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat.

Lebih lanjut, Imam menuturkan bahwa keadaan Rumah Sakit di kota Yogyakarta sedapat mungkin jangan sampai menerima pasien yang berlebihan. Oleh karena itu Kesadaran masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat menjadi kunci dari pencegahan dan mengurangi pasien yang harus dirawat di rumah sakit.