Ada Pandemi Corona, Dispar DIY Beri Stimulus Rp425 Juta untuk 50 Destinasi

Wisatawan menikmati keindahan Songgo Langit, Mangunan, Bantul, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
22 Mei 2020 12:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi Covid-19 memukul telak sektor pariwisata. Kendati belum akan membuka objek wisata karena kurva kasus corona masih terus naik, untuk menyiapkan recovery pariwisata, Pemda DIY pada Mei ini mendistribusikan stimulus sebesar Rp425 juta untuk 50 destinasi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan dana stimulus tersebut merupakan program tanggap darurat yang saat ini sedang proses pelaksanaan. “Untuk 50 destinasi dengan rincian 20 destinasi wisata dan 30 Desa Wisata,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Stimulus ini diharapkan dapat memperbaiki perekonomian destinasi yang terpuruk akibat pandemic Covid-19. Sebanyak 50 destinasi ini, kata dia, belum mencakup semua destinasi di DIY. Untuk itu, pihaknya sekarang sedang dalam proses pengusulan stimulus tahap selajutnya.

Ia mengakui dana ini tidak mampu mengkaver seluruh kebutuhan destinasi selama masa pandemic. Karena sifatnya stimulus, maka harapannya dengan dana ini dapat mendorong destinasi untuk tetap bertahan dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan secara mandiri.

Kepada 50 destinasi tersebut Dinas Pariwisata DIY juga telah memberi sebanyak 250 tempat cuci tangan. “Masing-masing mendapat lima tempat cuci tangan. Namun beberapa destinasi membuat lebih dari lima, semisal di Seribu Batu, Mangunan, mereka membangun 16 tempat cuci tangan,” ungkapnya.

Untuk menghadapi wacana new normal, pihaknya juga mempersiapkan SDM. Pengelola dan guide destinasi diberikan pelaatihan secara online, yang salah satu poinnya adalah tentang higienitas destinasi. Selain itu standar Kesehatan, kebersihan dan keamanan saat ini juga masih terus disiapkan.

Meski demikian, ia memastikan pada libur lebaran tahun ini belum akan membuka destinasi yang berada di bawah naungan Pemda DIY. Ia mengungkapkan Pemerintah Pusat akan bertahap membuka destinasi di Bali, DIY dan Kepulauan Riau pada Oktober.

Menurutnya, kapan destinasi di DIY bisa beroperasional belum bisa dipastikan, bisa sebelum Oktober dan bisa setelah Oktober. Untuk Kembali membuka destinasi, pihaknya akan menyesuaikan kondisi pandemic covid-19 dan arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor utama perekonomian DIY, selain ekonomi kreatif. Jika ekonomi kreatif masih bisa bertahan di tengah pandemic dengan e-comerce, pariwisata terpaksa harus tiarap.

Hal ini disebabkan dalam pariwisata, tidak ada destinasi yang tiak berpotensi mencptakan kerumunan. Maka dunia pariwisata otomatis mati, termasuk pendukungnya seperti retribusi daerah, transportasi, hotel, guide dan pendukung pariwisata lainnya.

“Maka kita perlu lakukan berbagai terobosan supaya menyiapkan pariwisata, begtiu kasus positif sudah landai atau hlang, kita harus siap utnuk segera tinggal landas secepatnya proses ekonomi. Di jogja, kita perlu kembali mengemas manajemen pariwisata daerah jadi lebih baik,” ucapnya.