Gara-gara Corona, Idulfitri di Kulonprogo Terasa Berbeda

Sejumlah warga di Bendungan, Wates, bersilaturahmi dengan tetap menerapkan physical distancing, Minggu (24/5/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
24 Mei 2020 14:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Perayaan Idulfitri di Kabupaten Kulonprogo, yang berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19, terasa begitu berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jalanan kampung yang biasanya ramai dipadati kerumunan orang terpantau lengang. Salah satunya terlihat di wilayah Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.

Sepinya jalanan itu, lantaran warga khususnya kaum muslim di Kalurahan Bendungan memilih merayakan Lebaran di rumahnya masing-masing. Kalaupun ada yang keluar, semisal untuk silaturahmi, hanya sebatas dilakukan di rumah kerabat atau tetangga yang masih satu dusun.

"Banyak warga memilih untuk stay at home, saya sendiri tadi hanya silaturahmi di rumah tetangga dan kerabat dekat saja, sedangkan untuk saudara atau kenalan yang tinggal di luar kalurah, silaturahminya lewat WA," ujar salah satu warga Dusun Bendungan Lor, Bendungan, Wates, Sudardi, 54, kepada Harian Jogja, Minggu.

Sudardi menuturkan, lebaran tahun ini memang sangat berbeda karena efek pandemi Covid-19. Perbedaan yang paling kentara, menurutnya, tidak adanya tradisi jabat tangan sebagai tanda maaf. Jabat tangan hanya dilakukan dengan keluarga dan kerabat dekat. Sedangkan dengan tetangga, cukup meminta maaf secara lisan tanpa saling bersentuhan.

"Perbedaan itu benar-benar terlihat ya, sebenarnya sih gak enak, tapi ya mau gimana lagi, kondisi lagi kaya gini [pandemi] dari pemerintah juga sudah ada anjuran agar tidak jabat tangan untuk mengantisipasi penularan Covid-19, jadi ya ikuti aja," ucapnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon. Salah satu warga, Hiskia Andika Wicaksana, 22, menuturkan, dampak pandemi Covid-19 terhadap perayaan lebaran sangat dirasakan warga Kebonrejo. Banyak dari mereka yang memilih untuk bersilaturahmi hanya di lingkungan RT saja. Walhasil jalanan menjadi sepi. Sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau tahun lalu itu ramai banget, semua warga tak hanya yang Islam, pada keluar rumah, saling mengunjungi satu sama lain buat minta maaf, jalanan kampung saya jadinya padat, gak seperti sekarang sepi," ujar pria yang akrab disapa Wicak itu.

Tak hanya jalanan kampung. Jalan-jalan kabupaten, provinsi maupun nasional di Kulonprogo juga terpantau lengang pada perayaan lebaran tahun ini. Dari pantauan Harian Jogja, di beberapa ruas jalan di Kulonprogo, Minggu sekitar pukul 12.00 WIB, hanya ditemui segelintir kendaraan pribadi yang lalu lalang. Itupun kendaraan berplat AB-C atau AB-L yang merupakan plat kendaraan asal Kulonprogo.