Sembilan Kendaraan Ditolak Masuk DIY saat Idulfitri

Tim gabungan saat memeriksa kendaraan luar DIY di Posko Pengawasan Perbatasan, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Minggu (24 - 5). (Jalu Rahman Dewantara)
24 Mei 2020 19:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Personil gabungan di posko pengawasan perbatasan Kapanewon Temon, Kulonprogo, telah memeriksa 126 kendaraan berplat nomor non AB yang hendak masuk ke wilayah DIY melalui jalan raya Jogja-Purworejo, pada Hari Raya Idulfitri, Minggu (24/5/2020) pagi hingga sore. Dari jumlah itu, sebanyak sembilan kendaraan diminta putar balik.

Kesembilan kendaraan yang mayoritas berasal dari kota-kota di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta itu tak diizinkan masuk ke wilayah DIY karena tidak mengindahkan protap Covid-19, seperti, membawa penumpang melebihi kapasitas, pengemudi ataupun penumpang tidak dalam kondisi sehat, tidak membawa surat bebas Covid-19 dan alasan berpergian yang tidak penting, misalnya rekreasi.

"Contoh tadi ya ada mobil, kita minta putar balik karena memuat tujuh orang, itu sudah melanggar aturan, sehingga kami minta untuk putar balik," ujar
Kabid Pengendalian Operasional Dishub DIY, Bagas Senoadji, saat ditemui di posko pengawasan perbatasan, Temon, Minggu sore.

Bagas mengatakan intensitas kendaraan luar daerah yang masuk ke wilayah DIY melalui jalan nasional Jogja-Purworejo pada momen lebaran ini hampir sama dengan hari-hari sebelumnya. Tidak ada penurunan maupun peningkatan. Hanya saja, alasan yang diutarakan pengemudi saat diperiksa oleh petugas lah yang jadi pembeda.

Jika sebelum lebaran, kebanyakan alasannya adalah pulang kampung atau mudik, maka pada hari ini lebih didominasi alasan untuk silaturahmi keluarga. Alasan semacam itu kata Bagas tetap ditolerir dengan catatan si pengemudi menerapkan protap Covid-19. "Jika memang sesuai aturan, tentunya boleh melanjutkan perjalanan," ujarnya