Viral Foto Bandara YIA Dipenuhi Kerumunan Orang: Ini yang Sebenarnya Terjadi

Kerumunan di YIA yang diunggah di platform Twitter. - Istimewa
01 Juni 2020 15:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon, Kulonprogo, ramai oleh kerumunan massa pada Senin (1/6/2020) pagi.

Sejumlah warganet membagikan foto tersebut. Kerumunan terbentuk di depan pintu masuk Terminal Keberangkatan YIA, sekitar pukul 07.00 WIB. Orang-orang dalam foto yang viral itu tidak menerapkan physical distancing atau jaga jarak sebagai upaya antisipasi penularan Covid-19.

Harian Jogja mengecek langsung situasi di YIA. Sampai di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, sudah tidak terlihat kerumunan massa, khususnya di depan pintu masuk terminal keberangkatan.

Namun demikian, berdasarkan kesaksian sejumlah calon penumpang, kerumunan yang viral itu memang terjadi. Gopi, warga Malaysia yang turut dalam keramaian itu hendak mencari informasi tiket pesawat di YIA.

“Antrrannya tadi kurang lebih ada 1000 orang,” ujarnya di Terminal Keberangkatan YIA, Senin siang.

Menurut Gopi, antrean panjang itu terjadi karena bandara hanya menyediakan satu jalur pemeriksaan berkas perjalanan sebagai syarat berpergian di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, pemeriksa berkas terbatas. Akibatnya proses pemeriksaan berlangsung lama.

Ia pun berharap pengelola YIA bisa menambah jumlah petugas supaya proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih cepat. "Saya lihat tadi petugasnya cuma dikit. Jadi perlu ada penambahan. Biar cepat juga. Kasihan yang bawa anak-anak kecil, ibu hamil atau lansia harus nunggu lama," ujar Gopi.

Tak Tertib

Pelaksana Tugas Sementara (Pts) General Manager YIA Agus Pandu Purnama mengakui adanya kerumunan tersebut. Menurutnya kerumunan itu muncul karena pada Senin ini, YIA melayani 17 penerbangan. Jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya yang tidak sampai lima penerbangan per hari.

"Ini memang ada sejumlah maskapai yang nambah rute, selain Jakarta ada yang ke Padang dan Pekanbaru. Akibatnya tadi pagi ada lonjakan penumpang," ujar Pandu.

Pandu mengatakan kerumunan yang muncul didominasi oleh pengantar calon penumpang. Banyak dari mereka yang menunggu di depan pintu masuk terminal keberangkatan. Bandara sudah mengimbau agar pengantar maupun penumpang tidak berjubel. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan.

"Nah ini tadi pagi memang agak sulit dikendalikan meski kami sudah imbau penumpang maupun pengantar tidak berjubel, atau menyatu," ucapnya.

Pandu mengatakan kondisi berbeda terjadi di dalam terminal kedatangan. Di sana, lanjutnya, tidak ditemui adanya kerumunan, sebab petugas sudah mengaturnya. “Kami panggil satu-satu calon penumpang sesuai nomor," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang kembali, Pandu mengimbau kepada para pengantar untuk tidak ikut bergabung dengan antrian penumpang. Pengantar cukup menunggu di kawasan drop zone.

Di samping itu berdasarkan Keputusan Menteri Pehubungan Nomor KM 116 Tahun 2020, pembatasan penerbangan penumpang pesawat udara telah diperpanjang hingga 7 Juni 2020. YIA meminta kepada calon penumpang untuk tiba di bandara minimal 3 jam sebelum keberangkatan dan memastikan seluruh persyaratan penerbangan telah lengkap dan dipersiapkan sebelum berangkat ke bandara sehingga dapat mempercepat proses pemeriksaan.

Seluruh pengguna jasa bandara, baik penumpang pesawat udara maupun pengantar, juga diminta mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Protokol tersebut antara lain, selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik minimal satu meter, serta selalu menjaga kebersihan diri selama berada di area publik.

Selain menerapkan protokol kesehatan pada seluruh calon penumpang dan karyawan untuk mendukung upaya new normal, Angkasa Pura I juga telah melaksanakan pengaturan jadwal penerbangan bersama dengan maskapai untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang di bandara.

"Calon penumpang juga diimbau untuk mengisi _electronic_ Health Alert Card (e-HAC) melalui aplikasi e-HAC yang dapat diunduh melalui Google Play Store untuk mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan kontak fisik selama proses pemeriksaan dokumen," terangnya.