Polisi Buru Sekelompok Pembacok Berpenutup Wajah yang Tewaskan Warga Gondokusuman

Ilustrasi. - Freepik
08 Juni 2020 18:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul masih mendalami kasus pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Sendang Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sampai saat ini sudah sembilan orang saksi yang dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku pembacokan yang menewaskan Indro Prasetyo, 43, warga Gondokusuman, Jogja, tersebut.

“Kami masih kumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti. Kurang lebih jumlah saksi yang diperiksa seperti itu [8-9 orang],” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Ngadi, saat dihubungi Senin (8/6/2020). Proses pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di dua lokasi, yakni di Polres Bantul dan Polsek Kasihan untuk mempercepat pengungkapan.

Ngadi mengatakan tidak mudah untuk mengungkap kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban jiwa tersebut. Pihaknya perlu berhati-hati. Namun demikian ia meyakini pelaku dapat terungkap dalam waktu dekat.

Menurut dia, saat kejadian berlangsung, di lokasi sekitar Sendang Kasihan juga terdapat sejumlah orang dan ada saksi yang mendengar teriakan pelaku yang menyebut nama korban sebelum melakukan pembacokan. Saat kejadian juga ada seorang perempuan bersama korban.

Kendati demikian pihaknya belum bisa menyimpulkan motif dari pembacokan tersebut karena pelaku belum tertangkap. Soal informasi pekerjaan korban sebagai debt collector (DC), Ngadi tidak menampiknya. Ia belum bisa menyimpulkan kejadian itu terkait dengan pekerjaan korban.

Melihat kronologi dan keterangan saksi, kata Ngadi, motif pembacokan banyak kemungkinan, “Motifnya kita masih dalami ya,” ujar dia.

Sementara itu seorang warga sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa korban bukan orang baru melainkan sering mendatangi Sendang Kasihan untuk sekedar nongkrong. Sebelum kejadian, Indro datang pada Jumat Sore, dan selepas maghrib ada seorang perempuan menghampiri Indro di gazebo sebelah timur. “Yang wanita saya tidak kenal,” kata warga yang enggan menyebut identitasnya kepada wartawan.

Ia mengatakan kejadian itu juga cukup cepat. Pelaku datang empat orang dengan dua sepeda motor langsung mencari korban. Pelaku mengenakan pakaian serba hitam, helm, dan penutup wajah. Pelaku datang sekitar pukul 22.30 WIB kemudian langsung menghampiri korban yang sedang duduk di gazebo.

Salah satu pelaku membacok korban dengan celurit di bagian kaki korban, kemudian melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan. Darah yang keluar dari kaki korban cukup banyak dan warga sempat mengikatnya di bagian luka korban, kemudian membawa korban ke PKU Muhammadiyah Gamping. Tak lama korban meninggal dunia.