Di Kulonprogo, Potensi Cetak Sawah Baru Capai 135,5 Hektare

Hamparan tanaman padi di objek wisata Jelajah Sawah Pertanian Bowongan (JSPB) Songgolangit Sukorame - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
10 Juni 2020 22:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo kembali mencetak sawah baru pada 2021. Berdasarkan Survei Investigasi Desain (SID) yang dilakukan, potensi cetak sawah baru mencapai 135,5 hektare (ha).

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Aris Nugraha, menerangkan lahan seluas 135,5 ha itu berada di lima kalurahan masing-masing 25 ha di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo; 104 ha di Banyuroto, Kapanewon Nanggulan; empat hektare di Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang dan 2,5 ha di Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh.

"Tetapi itu masih potensi, karena kami harus mengecek kondisi di lapangan melalui SID, nanti kami lihat bagaimana kondisi lahannya, ketersediaan air sampai ke sumber daya manusia [SDM]," ujarnya, Rabu (10/6/2020).

Program cetak sawah baru digencarkan Distanpangan Kulonpogo. Selain untuk meningkatkan produksi tanaman, juga sebagai upaya mengganti lahan sawah yang berkurang akibat alih fungsi lahan.

Berdasarkan data Distanpangan, laju alih fungsi lahan di Kulonprogo meningkat sejak dibangunnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Sejak 2010 sampai 2016 atau sebelum bandara dibangun, rata-rata alih fungsi lahan hanya berkisar antara dua hektare sampai 14 hektare. Tetapi pada 2017, melonjak hingga 243 ha yang mayoritas di kawasan pembangunan YIA.

Adapun target cetak sawah baru secara keseluruhan seluas 350 Ha. Pada 2019, telah dilakukan cetak sawah seluas 40 hektar di Kapanewon Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh. Adapun untuk saat ini sudah sekitar 175 ha.