Pemilik Indekos Belum Terima Arahan Cara Penerimaan Mahasiswa dari Luar Daerah

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Juni 2020 05:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah indekos di Kabupaten Sleman masih belum menerima arahan informasi mengenai panduan penerimaan mahasiswa dari luar daerah. Namun, bila ada mahasiswa yang kembali ke indekos, maka pemilik kos akan meminta surat sehat bebas Covid-19 dari mereka kemudian mendata dan melapor ke RT setempat.

Sutjipto, 77, pemilik usaha indekos di Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman menuturkan dirinya belum tahu bagaimana perlakuan yang seharusnya diterapkan ketika ada mahasiswa penghuni indekosnya yang kembali dari daerah asal, kemudian menghuni kamar kosnya kembali.

Arahan dari kepala dukuh maupun pimpinan RT belum diterimanya. Sesama pemilik usaha serupa di sekitar indekosnya juga belum kedatangan mahasiswa kembali dari rantau.

"Kalau saya begini, kebetulan di rumah saya [di Kasihan, Bantul] juga jadi Ketua RT, jadi kalau mau kembali ke kos harus membawa surat sehat dari wilayah setempat. Sebab saya di sini [lingkungan rumah] kalau ada warga yang mau ke luar daerah juga meminta surat keterangan sehat," ujar Sutjipto ketika dihubungi Harian Jogja pada Kamis (11/6/2020).

Terkait penerimaan mahasiswa ke indekos kembali, ia mengaku masih belum mengetahui apakah surat sehat bebas Covid-19 sudah bisa dipercaya menjadi acuan bagi mahasiswa untuk kembali datang ke Sleman. "Di samping membawa surat sehat, apa cukup percaya dengan itu atau harus dikarantina dulu, saya belum tahu. Kalau ditanya bagaimana ya saya cuma jawab bisa pakai surat itu, tapi nanti di sininya harus karantina dulu atau tidak, belum tahu," terangnya.

Meski begitu, jika mendapat informasi tertentu terkait kedatangan mahasiswa secara khusus atau pendatang secara umum Sutjipto akan selalu berkoordinasi dengan pimpinan RT atau dusun setempat.

Hal serupa dikatakan Tatik Kalingga, pemilik kos di Candi Winangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Ia belum menerima sosialisasi tentang kembalinya penghuni indekos dari luar kota. "Harusnya protap itu kan disosialisasikan ke bawah ya. Tapi sampai saat ini Pak Dukuh belum memberi tahu," kata Tatik.

Menurutnya, di lingkungannya indekos tidak hanya dihuni oleh kalangan mahasiswa, melainkan juga karyawan dari pertokoan sekitar dan siswa sekolah. Sosialisasi SE Bupati Sleman No. 443/01352 tentang Panduan Penerimaan Mahasiswa dari Luar Daerah bagi masyarakat sampai lapisan bawah juga dirasanya sangat diperlukan mengingat pemilik kos terdiri dari beragam latar belakang.

"Kalau misal orang yang tahu kesehatan dan peraturan mungkin bisa mengatasi ini, tapi untuk orang-orang awam harusnya memang kalau dari kabupaten ada protap ya kita sosialisasikan sampai ke bawah sampe Dukuh, RT, RW, dan memberi tahu kepada pemilik kos," paparnya.

Jika nanti sosialisasi tidak kunjung diterimanya namun mahasiswa sudah berniat kembali ke indekos, maka Tatik akan meminta yang bersangkutan membawa surat sehat bebas Covid-19 dari tempat asalnya. "Yang pasti ada surat sehat. Bagaimanapun juga kita harus lebih waspada dan hati-hati supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di lingkungan kos kami. Tapi saya juga tidak ingin mempersulit, asal mereka sehat, maka bisa kembali," ujar Tatik.

Kepala Dusun Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Heru Sugiyarto menuturkan pada prinsipnya wilayahnya menerima mahasiswa kembali ke indekos dengan catatan membawa surat sehat bebas Covid-19. Ia mengaku sudah membagikan informasi tentang surat edaran tersebut ke grup dusun, namun ia masih menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah desa.

"Kita nunggu perkembangan instruksi lanjut dari desa," kata Heru. Menurutnya, setiap pendatang baik itu mahasiswa atau bukan pasti harus melapor ke RT dan menyertakan surat sehat untuk kemudian dilanjutkan ke dukuh.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi masih belum memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan terkait belum meratanya sosialisasi panduan penerimaan mahasiswa ke pemilik indekos di Sleman.