Sri Purnomo: Jangan Ragu Berwisata ke Sleman

Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
12 Juni 2020 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Status zona hijau baik di Prambanan maupun Cangkringan tetap akan dipertahankan seiring akan dibukanya sektor pariwisata di dua wilayah tersebut. Pemkab siap membuka lokasi wisata sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mempersilahkan masyarakat yang akan mengunjungi lokasi-lokasi wisata di Sleman memasuki era normal baru dan melaksanakan protokol kesehatan. Setiap wisatawan yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk lokasi wisata.

"Jangan ragu datang ke destinasi wisata di Sleman karena kami menerapkan protokol kesehatan di lokasi-lokasi wisata," katanya usai meninjau Tebing Breksi Prambanan, Jumat (12/6/2020).

Protokol kesehatan pariwisata yang diterapkan di Taman Tebing Breksi, kata Sri menunjukkan destinasi wisata ini siap menerima kunjungan wisatawan kapan pun. Di Taman Tebing Breksi ini, lanjut dia, pihak pengelola memasang kurang lebih 40 tempat cuci tangan yang tersebar di beberapa titik. Sri meminta agar pengelola membuat SOP di titik tertentu agar wisatawan selalu bergerak dan tidak membuat kerumunan.

Di Breksi kata Sri, memiliki wilayah yang luas sehingga wisatawan tetap bisa menjaga jarak antar wisatawan. Apalagi wilayah perbukitan ini memiliki suhu yang cukup panas, sehingga diharapkan virus tidak bisa berkembang.

"Kami minta pengelola agar konsisten untuk mencegah adanya kerumunan orang, selalu memantau kondisi wisatawan. Kalau terjadi penumpukan, diingatkan untuk tetap jaga jarak," katanya.

Selain di Tebing Breksi, Pemkab juga meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di sektor industri pariwisata lainnya. Seperti Candi Ijo dan perhotelan. Rencananya, pekan depan Pemkab akan memonitor penerapan protokol kesehatan pariwisata di lereng Merapi. Pemkab juga akan menerjunkan personel pemantauan di setiap tempat wisata dengan tanpa diketahui oleh pengelola objek wisata.

"Ya seperti intelijen. Gunanya untuk memantau dan mengingatkan wisatawan untuk selalu menjaga jarak. Ini upaya kami untuk memberikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung," katanya.

Manajer Pemasaran objek wisata Tebing Breksi Chripianus Tugiyanto, 41, mengatakan persiapan new normal di objek wisata dilakukan jauh hari sebelumnya. Mereka menyediakan beragam fasilitas penunjang seperti tempat mencuci tangan di sejumlah titik hingga jalur pejalan kaki. Semua petugas juga dibekali standar operasional prosedur SOP Covid-19.

"Penerapan SOP dimulai sejak di pintu masuk. Wisatawan kami cek suhu tubuhnya, kalau suhu tubuhnya tinggi kami akan rawat di balai kesehatan. Petugas juga akan mengatur dan mengawasi agar wisatawan tetap menjaga jarak," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, dibukanya kunjungan wisatawan pada era new normal nanti harus mampu mempertahankan status zona hijau baik di Kecamatan Prambanan maupun Cangkringan. Oleh karenanya, semua infrastruktur hingga SDM pariwisata harus menyiapkan diri sebelum objek wisata benar-benar dibuka.

"Selain menggelar simulasi untuk hotel, tebing breksi dan Candi Ijo, kami juga akan menggelar simulasi protokol kesehatan pariwisata di lokasi wisata buatan. Kami juga masih menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19 DIY," katanya.