Target PAD Sektor Pajak dan Pariwisata Diturunkan

Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
12 Juni 2020 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan adanya penurunan target pendapatan asli daearah (PAD) di sejumlah sektor. Perubahan ini sebagai dampak adanya pandemi Corona yang masih terjadi.

Kepala Bidang Bina Penagihan Pelayanan dan Pengendalian Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Supriyatin, mengatakan pandemi Corona berdampak terhadap sektor ekonomi di masyarakat. Hal ini juga berpengaruh terhadap pendapatan dari sektor pajak, salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor Perkotaan dan Perdesaan.

Sebelum adanya Corona, target PBB dicanangkan sebesar Rp22 miliar. Namun dengan adanya pandemi, target diturunkan menjadi Rp15,4 miliar. “Sudah ditetapkan dan kebijakan ini juga mengacu pada aspirasi dari wajib pajak,” kata Supriyatin kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Menurut dia, kebijakan yang diambil tidak hanya masalah penurunan PAD, tetapi juga perpanjangan masa jatuh tempo. Di waktu normal, pembayaran dilakukan paling lambat akhir September, tetapi untuk tahun ini mundur hingga akhir November. “Kami mundurkan hingga November. Harapannya masyarakat bisa lebih longgar sehingga tidak terkena denda karena terlambat membayar pajak,” ungkapnya.

Disingung mengenai pendapatan, Supriyatin mengaku masih jauh dari target karena hingga Juni ini baru masuk sebesar Rp4 miliar. “Masih ada waktu dan kami berusaha memenuhi target tersebut,” kata dia.

Penurunan target PAD juga terjadi di sektor retribusi masuk destinasi wisata. Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul tahun ini menargetkan retribusi tiket masuk sebesar Rp29,7 miliar. Namun dengan adanya pandemi Corona yang berdampak terhadap penutupan destinasi wisata membuat target PAD direvisi. “Target kami turun menjadi Rp12,1 miliar,” kata Sekretaris Dispar Gunungkidul, Hary Sukmono.

Menurut dia, revisi target PAD wisata sudah diperhitungkan dengan matang. Dengan adanya perubahan ini, Dispar berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai. “Kondisinya sangat berat dan sektor pariwisata benar-benar terkena dampak dari pandemi Corona sehingga harus dilakukan penyesuaian,” katanya.

Hary menuturkan penyesuaian tidak hanya menyangkut PAD karena ada pembenahan destinasi wisata sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman kepada pengunjung saat destinasi kembali dibuka. “Untuk saat ini masih simulasi pembukaan objek wisata. Setelah simulasi ada sosialisasi dilanjutkan dengan uji coba pembukaan destinasi wisata,” katanya.