Kampanye Budaya di Tengah Pandemi ala Calalocana Agency

Cover Kedhaton Kultrue. - Istimewa
15 Juni 2020 13:17 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Badan Musyawarah Museum (Barahmus) menggelar kampanye budaya di tengah pandemi bertajuk Kedhaton Kultrue.

Kampanye yang diadakan secara daring melalui official Instagram @kedhatonkultrue tersebut bertujuan mengajak generasi muda menolak lupa pada sejarah dan budaya lokal dengan cara berkunjung ke Museum Keraton Yogyakarta. Kampanye budaya ini digarap oleh Calalocana Agency yang merupakan perwakilan dari UAJY.

Managing Director Calalocana Agency, Dorothea Bunga Chininta Putri Adhia mengatakan ada beberapa program yang sudah dijalankan. Di antaranya mengajak generasi milenial datang ke Museum Keraton Yogyakarta setelah pandemi, memproduksi podcast dan mendistribusikannya melalui IGTV dan Spotify, serta mengedukasi budaya melalui akun Instagram @kedhatonkultrue.

Menurut Bunga, kampanya melalui media sosial dipilih agar lebih menarik bagi generasi muda. Apalagi podcast sedang diminati oleh generasi milenial. “Saat ini Kedhaton Kultrue telah meluncurkan dua episode podcast dan views podcast sudah 1640 akun yang mendengarkan, baik melalui Spotify maupun IGTV @kedhatonkultrue,” ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (15/6/2020).

Hingga kini, imbuh Bunga, program kampanye Kedhaton Kultrue sudah mendapatkan lebih 1.200 followers di Instagram. Kampanye ini akan ditutup dengan video after movie yang diunggah di Youtube pada 20 Juni mendatang, dibarengi dengan pembagian sertifikat-el bagi peserta kampanye.

Dia berharap kampanye ini dapat menambah wawasan generasi muda akan budaya Jogja. Sesuai dengan namanya, Kedhaton Kultrue yang merupakan gabungan dari kata Kedhaton yang artinya kerajaan/kraton dan Kultrue yang merupakan gabungan dari kata kultur yaitu budaya dan true berarti benar.

“Nama kampanye ini berarti sebuah misi membantu Kraton [Ngayogyakarta Hadiningrat] untuk mengedukasi budaya asli Jogja yang selama ini salah dipersepsikan oleh masyarakat,” katanya.