Di DIY, Sudah 146 Jenazah Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY melakukan persiapan pemakaman jenazah positif Covid-19. - Ist/ twitter @TRCBPBDDIY
15 Juni 2020 17:07 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sudah menetapkan status tanggap darurat bencana COVID-19 berlaku sejak 20 Maret 2020.

Selama masa tersebut, kasus positif virus Covid-19 terus meningkat. Data terakhir, Juru bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebutkan hingga Minggu (14/6/2020), hasil pemeriksaan laboratorium pada 286 sampel dari 227 orang, total kasus positif di DIY menjadi sebanyak 269 kasus, dengan 210 kasus telah sembuh. Delapan kasus positif dinyatakan meninggal dunia.

Adapun sampai hari ke-90 masa Tanggap Darurat Covid19 di DIY yakni Sabtu (13/6/2020), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY telah melakukan 146 kali pemakaman menggunakan protokol Covid-19 untuk wilayah se-DIY.

Melalui akun twitter @TRCBPBDDIY, disebutkan laporan kegiatan dukungan pemakaman prosedur Covid-19 sebanyak 146 kali adalah data rekap se-DIY, meliputi Posduk Ops DIY, Posduk Ops Kulonprogo, Pos Aju Gunungkidul, Posduk Ops Sleman, Posduk Bantul & Pos Relawan MDMC.

Dalam unggahannya, mereka mengingatkan agar warga belajar dari pandemi agar tidak terjadi kembali kematian dan pemakaman jenazah kasus Covid-19. "Tanpa belajar dari pandemi, maka malam seperti ini akan selalu berulang," ungkap BPBD DIY sambil membagikan sejumlah foto persiapan pemakaman jenazah positif Covid-19.

Disebutkan foto tersebut merupakan persiapan pemakaman prosedur Covid-19 yang dimulai dari penjemputan di RS PKU Gamping kemudian menuju makam Sutojiwo, Goser, Sumberrahayu. Moyudan Sleman.

Saat pemakaman, para petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Adapun jenazah dimasukkan dalam peti jenazah. Peti tersebut kemudian dibungkus plastik seluruhnya.

Selain pemakaman, disebutkan pula TRC BPBD DIY telah melaksanakan dekontaminasi sebanyak 631 kali dan disinfektanisasi fasilitas kesehatan sebanyak 158 kegiatan.