PPDB Daring Jenjang SMP di Sleman Dimulai Besok

Ilustrasi PPDB. - JIBI
16 Juni 2020 17:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) daring untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Sleman akan dimulai pada Rabu (17/6/2020). Sejumlah persiapan telah dilakukan sekolah maupun orang tua calon peserta didik untuk mendaftar ke sekolah tujuannya.

Untuk tahapan pertama besok, calon peserta didik dapat mendaftar PPDB SMP lewat jalur prestasi. Kepala SMPN 4 Depok, Sleman, Lilik Mardiningsih menuturkan sejumlah persiapan telah dilakukan untuk pelaksanaan PPDB kali ini.

Kesiapan itu menurut Lilik mencakup administrasi dan pembagian tugas untuk tim dalam kepanitiaan PPDB di sekolah. Sementara, banner dan leaflet terkait PPDB sudah ia pasang di sekitar wilayah sekolah sejak minggu lalu untuk memberi informasi bagi calon peserta didik.

Upaya sosialisasi kepada calon peserta didik baru juga dilakukan Lilik di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Depok. Selain itu, pihaknya juga melibatkan kepala dusun di sekitar sekolah untuk dimintai tolong menyampaikan ke warganya terkait PPDB SMP sekaligus untuk mengukur jarak untuk pendaftaran jalur zonasi.

"Besok kami sudah siap melayani pendaftar untuk jalur prestasi. Untuk orang tua yang bingung akan dibantu dari SD-nya, namun kami juga buka posko PPDB," kata Lilik pada Selasa (16/6/2020).

Dikatakannya, SMPN 4 Depok menerima calon peserta didik sebanyak 4 rombongan belajar (rombel) dengan 32 siswa tiap rombelnya. Lilik menuturkan PPDB kali ini tidak ada kendala lantaran sekolahnya telah terbiasa melaksanakan PPDB daring sejak 3 tahun lalu.

Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 3 Sleman, Murdiwiyono. "PPDB daring sudah kesekian kalinya. Dinas juga sudah mensosialisasikan baik pada sekolah maupun operator. Semoga sistemnya tidak error," ujarnya.

Meski begitu, ia tetap membuka diri bagi calon peserta didik maupun orang tuanya yang datang ke sekolah untuk mencari informasi terkait PPDB. "Sejak minggu kemarin orang tua calon peserta didik sudah berdatangan. Ya kami layani dengan baik, karena tingkat pemahaman orang tua kan beda-beda. Katanya, mereka lebih mantap kalau tanya langsung ke sekolah," terangnya.

Murdiwiyono menegaskan pihaknya tetap menegakkan protokol kesehatan bagi orang tua calon peserta didik yang konsultasi ke sekolah. Mereka harus dicek suhu sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Imbauan patuh protokol kesehatan pun terpasang di sejumlah sudut sekolah.

Salah satu orang tua calon peserta didik, Ferdi, menuturkan dirinya mengaku kesulitan pada awal proses pembuatan akun untuk pendaftaran PPDB bagi anaknya. Warga Sleman ini kemudian menghubungi posko PPDB di Dinas Pendidikan Sleman terkait masalah kata kunci untuk akun pendaftaran.

"Agak kesulitan, karena orang tua belum biasa mengakses pendaftaran menggunakan komputer atau HP. Saya sendiri kemarin mau aktivasi akun, agak bingung karena tidak bisa diverifikasi supaya akun aktif," ujarnya. Setelah mengonsultasikannya ke jawatan terkait, permasalahan tersebut telah teratasi. Ia bersiap untuk mendaftarkan anaknya ke SMP tujuan esok hari.