Pengelola Wisata Harus Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Bupati Sleman Sri Purnomo mencoba fasilitas QR Code Merapi Park disela pantauan simulasi penerapan new normal di Merapi Park dan Desa Wisata Pentingsari, Jumat (12/6/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 Juni 2020 07:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Simulasi penerapan new normal di objek-objek wisata di Sleman terus dilakukan. Pembukaan destinasi wisata untuk umum tetap menunggu keputusan dari Pemda DIY.

Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan jika kebijakan operasional destinasi wisata di Sleman tetap menunggu keputusan dari Pemda DIY. Pemkab Sleman tidak bisa secara sepihak membuat kebijakan sendiri untuk membuka destinasi wisatanya. Karena kebijakan destinasi wisata di DIY merupakan satu kesatuan. 

"Kebijakannya tidak bisa terpisah karena batas teritorialnya menyatu. Tunggu kebijakannya DIY, minimal [berlaku] di Sleman, Kota Jogja dan Bantul. Mudah-mudahan akhir Juni ini sudah ditetapkan new normal untuk DIY," katanya saat meninjau simulasi penerapan protokol kesehatan di Merapi Park Pakem dan Desa Wisata Pentingsari Cangkringan, Jumat (19/6/2020).

Menurut Sri, yang terpenting saat ini bagaimana seluruh pengelola objek wisata mampu menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk menyediakan fasilitas pendukungnya seperti westafel dan lainnya. "Yang sudah saya cek, pengelola objek wisata sudah menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan. Yang penting mereka bisa konsisten melaksanakan di era new normal," katanya. 

Bagi Sri, kunjungan masyarakat di destinasi wisata mengikuti hukum pasar. Saat new normal ditetapkan, masyarakat nanti ada yang tetap bekerja, ada juga yang berekreasi. Walau saat ini angka kasus Covid-19 di Sleman melandai, kata Sri, bukan berarti protokol kesehatan diabaikan. "Asal masyarakat mematuhi protokol kesehatan, kasus Covid-19 akan terus landai. Warga tetap harus pakai masker, jaga jarak dan menerapkan poha hidup bersih dan sehat. Itu kuncinya di era new normal," kata Sri.

CEO Merapi Park Redita Utami mengatakan penerapan protokol kesehatan di objek wisata tersebut sudah siap dilakukan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk pencegahan Covid-19. Selain protokol kesehatan, pihaknya juga melakukan inovasi penerapan scan QR code untuk pengunjung sebelum membeli tiket masuk. 

QR code tersebut merupakan buku tamu digital yang berbasis data wisatawan yang berkunjung ke Merapi Park. Dari sini nanti, mereka bisa menelusuri jika sewaktu-waktu ada penularan Covid-19 di Merapi Park. "QR code ini berlaku baik pengunjung rombongan ataupun tidak. Sebelum berkunjungan, pengunjung bisa meminta link maupun membuka website kami," kata Redita.

Merapi Park, lanjut Dita, merupakan tempat wisata berbasis edukasi dan budaya dengan berbagai miniatur dunia. Destinasi tersebut juga menyuguhkan fasilitas lainnya seperti kids waterpark, cat house dan rabbit farm. "Selama pandemi Covid ketiga wahana tersebut tidak kami buka untuk mencegah penularan baik dari air maupun hewan," jelasnya.

Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengaku juga telah menerapkan protokol kesehatan menyambut wisatawan di era new normal. Pihaknya juga menyusun protokol kesehatan baik bagi pihak pengelola, front liners, pemandu wisata, layanan kuliner, homestay dan toko oleh-oleh atau souvenir.

"Penyusunan protokol Kesehatan dan SOP bagi Desa Wisata Pentingsari ini disusun dengan maksud menjadi guidance yang perlu diikuti secara seksama oleh segenap pelaku desa wisata," ujar Doto.