Ini Sejumlah Klaster Besar Penularan Corona yang Selesai Ditelusuri Pemkab Sleman

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
23 Juni 2020 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menilai sejumlah klaster penyebaran Covid-19 sudah selesai. Saat ini, fokus tracing dilakukan bagi pelaku perjalanan non klaster.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan sejumlah klaster penyebaran Covid-19 seperti jemaah tabligh, Indogrosir dan pedagang ikan dianggap selesai seiring tidak ditemukannya kasus-kasus baru di klaster tersebut. "Beberapa klaster JT, IG, gereja dan pedagang ikan sementara kami anggap selesai. Saat ini kami fokus tracing kasus-kasus positif baru non klaster," kata Joko saat ditemui, Selasa (23/6/2020).

Sekadar diketahui, pada April lalu Dinkes mengklasifikasi sumber penyebaran Covid-19 di Sleman setidaknya pada sembilan klaster. Paling tinggi berasal dari klaster Jakarta (17 kasus), Bali (2 kasus), Balanda, Swiss, Dubai dan New Zealand masing-masing satu kasus. Selain itu, Semarang, Surabaya, dan Tangerang masing-masing satu kasus.

Belakangan muncul klaster besar akibat transmisi lokal, meliputi Jemaah Tabligh, Indogrosir dan Pemasok Ikan. Dinkes pun melakukan rapid test massal untuk ketiga klaster tersebut dengan ribuan orang sasaran. Mulai anggota jemaah tabligh (klaster JT), karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir (klaster IG) dan ratusan pedagang pasar (klaster Pemasok Ikan).

Berdasarkan catatan Harian Jogja, kasus Jamaah Tabligh di Kabupaten Sleman terdiri dari 24 kasus. Dari jumlah itu terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 kasus. Untuk klaster Indogrosir warga Sleman yang positif Covid sebanyak 15 kasus sementara klaster pemasok ikan hanya 1 kasus yang dinyatakan positif Covid.

"Untuk klaster pemasok ikan kami sudah melakukan rapid test massal di 14 pasar. Lebih dari 710 yang mengikuti RDT. Hanya satu yang positif itupun bukan termasuk pedagang yang kami sasar, tapi inisiatif pribadi karena pernah kontak dengan pemasok ikan," katanya.

Saat ini, kata Joko, Dinkes fokus melakukan penelusuran bagi pelaku perjalanan. Temuan kasus positif Covid-19 bagi pelaku perjalanan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di mana Satgas Covid-19 DIY mencatat kasus positif Covid-19 dialami seorang laki-laki (kasus 279) berusia 42 tahun warga Sleman. Ia terjangkit Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Timika, Papua. Temuan warga Sleman lainnya, seorang laki-laki (Kasus 281), berusia 32 tahun terjangkit Covid-19 usai melakukan perjalanan dari Palembang.

Selain itu, Kasus 283, seorang laki-laki, usia 40 tahun dengan riwayat perjalanan dari Palembang dan bertemu dengan tamu yang berasal dari Semarang. Terakhir, laki-laki usia 37 tahun yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Salatiga. Mereka kemungkinan pemudik atau pelaku perjalanan dalam rangka pekerjaan.

"Kami tetap berusaha kontak dengan dinas kesehatan daerah asal, meski lebih fokus tracing yang di lokal. Sebab sesuai prosedur, tracing dilakukan bagi yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," kata Joko.