Video Klitih di Minggir Sleman Hoaks, Ini Kejadian Sebenarnya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Juni 2020 21:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Media sosial diramaikan oleh video berdurasi 25 detik yang dibagikan oleh akun Twitter @ctrsoc yang disebut sebagai aksi klithih. Video tersebut viral setelah dibagikan ulang oleh akun @merapi_news.

"Info lurd telah terjadi klitih tadi malam sekitar jam 11 malam, lokasi jalan tempel-gendol, korban orang denokan minggir mengalami luka sabetan di kaki sudah dibawa ke puskesmas seyegan, pelaku lari ke arah selatan (kemusuh)," tulis akun tersebut pada Jumat (26/6/2020) pagi.

Ketika dikonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Seyegan Ipda Agus Suparno, pihaknya membenarkan bahwa korban bernama Yerico Gazha, 34, itu dibawa ke Puskesmas Seyegan setelah Kamis (25/6/2020) pukul 23.15 WIB jatuh di Jalan Gendol, Banyurejo, Tempel, Sleman. Namun, menurutnya warga Minggir, Sleman itu hanya mengalami luka robek lantaran jatuh dari motor sehingga diperbolehkan pulang.

"Karena korban tidak terlalu parah lukanya, korban tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tempel," kata Ipda Agus pada Jumat (26/6/2020).

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tempel, Iptu Aji membantah hal itu sebagai aksi klitih. Menurutnya, korban terluka karena jatuh dari motor lantaran tak berhati-hati saat belok di pertigaan. Kecepatan kendaraan roda duanya yang cukup tinggi membuatnya hilang kendali dan jatuh. Hal ini lantaran ia merasa dibuntuti oleh seseorang yang ia duga membawa senjata tajam.

"Kita tidak bisa memastikan. Lagipula kata dia, yang membuntuti itu jaraknya jauh. Warga juga tidak melihat orang lain. Dia ngomong ke warga bahwa dikejar orang bawa clurit. Tapi buktinya begitu dia jatuh pun, pelaku lewat aja. Kalo klitih kan biasanya pelaku turun terus membacok, nah itu enggak. Dia malah lari ke selatan," papar Iptu Aji ketika dihubungi pada Jumat.

Terlebih, hingga saat ini belum ada laporan yang diterimanya di kepolisian soal dugaan klitih itu. Soal luka yang dialami korban, Aji menyebut itu bukan luka sabetan, melainkan luka sobek akibat jatuh. "Luka bukan karena disabet kok. Ini karena dia jatuh sendiri, laka tunggal," terangnya.

Lebih lanjut, Aji mengatakan pihaknya tidak bisa mengatur seseorang akan berargumen seperti apa, terlebih di media sosial. Namun, menurutnya, lantaran tidak ada laporan ke kepolisian, ia tidak bisa membenarkan hal itu sebagai klitih. "Kita tetap akan lakukan patroli setiap malam di sana lebih gencar," ujarnya.