Pemkab dan Pusat Investasi Pemerintah Dukung Kebangkitan Perajin Batik Kulonprogo

Suasana pelatihan membatik Kube Sekar Canting, Senin (29/6/2020). - Istimewa/Dokumen DPMPT Kulonprogo
29 Juni 2020 19:12 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan menggelar pelatihan untuk perajin batik yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) Sekar Canting, Dusun Pulo, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari mulai Sabtu (27/6/2020) hingga Senin (29/6/2020) bertujuan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang menimpa para perajin batik khususnya di masa pandemi Covid-19. Selain pelatihan, para perajin juga memperoleh bantuan modal dan pendampingan usaha baik untuk perorangan maupun kelompok.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan, selaku pendamping PIP dalam program strategis peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di Kulonprogo mengatakan selama pandemi Corona perajin batik terpaksa menutup usaha dan meliburkan karyawan akibat tidak ada wisatawan yang datang. Jika tak segera ditangani kondisi ini bisa memicu kemiskinan. "Pelatihan ini menjadi upaya kami memperbaiki taraf hidup, mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Agung Senin. Agung mengatakan Pemkab dan PIP sepakat untuk mengembangkan kerja sama.

Dengan kerja sama teknis, PIP menggelar pelatihan, penyaluran modal usaha dan pendampingan teknis kepada kelompok maupun pelaku UMKM. Sementara, DPMPT mendorong OPD untuk menjalin kerja sama teknis dengan PIP agar mendapat manfaat yang lebih luas.

Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah, mengatakan jajarannya menyasar UMKM dan tertarik melakukan pelatihan dan pendampingan BUM-Des dan Kube, karena melihat suatu terobosan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dari sektor mikro.
Di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah berupaya membantu pengusaha UMKM agar bangkit. Selama ini rata-rata pinjaman KUR antara 12-15 juta per nasabah. "Sekitar 74% dana KUR disalurkan ke kelompok usaha komersiil atau kelompok usaha yang sudah bankable," ucapnya.

Saat ini Kemenkeu mengembangkan skema KUR Tailor Mode khusus UMKM, yaitu kredit program yang memiliki fleksibilitas (tidak rigid) dan memenuhi persyaratan pembiayaan. Pemerintah kemudian meluncurkan skema pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan plafon pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Penyaluran skema UMi di Kulonprogo per 25 Juni 2020, melalui tujuh LKBB meliputi Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM) dan koperasi meliputi 3.335 nasabah dengan total penyaluran Rp 11,9 miliar. Minat masyarakat memanfaatkan fasilitas permodalan ini, menurut Ririn, cukup tinggi, karena awal Januari 2020 tercatat 2.558 nasabah atau ada tambahan 777 orang, dengan total penyaluran Rp8,5 miliar atau meningkat Rp3,4 miliar dalam waktu lima bulan.

Ketua Kube Sekar Canting, Suminten, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini karena sudah tiga bulan ini showroom mereka tutup dan tidak ada penghasilan. Dia berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas perajin batik supaya bisa berkarya lebih baik.