Simulasi Beres, Kalibiru Siap Uji Coba Terima Kunjungan Turis

Simulasi penerapan protokol kesehatan di pintu masuk objek wisata Kalibiru, Senin (29/6/2020) - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Juni 2020 21:12 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola objek wisata Kalibiru di Dusun Kalibiru, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, menggelar simulasi pembukaan dengan protokol kesehatan, Senin (29/6/2020). Simulasi ini menjadi tahap awal sebelum objek wisata unggulan di Pegunungan Menoreh itu bisa kembali beroperasi di masa pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini dalam rangka menyambut new normal atau tatanan hidup baru bagi dunia pariwisata khususnya objek wisata Kalibiru dan sebagai syarat buka kembali setelah tutup karena pandemi Covid-19," ujar Sudadi, Ketua Pengelola Wisata Kalibiru, di sela-sela simulasi, Senin. Simulasi ini melibatkan seluruh pelaku wisata Kalibiru, termasuk pengelola jip wisata, ojek hingga pemilik warung.

Dalam simulasi ini, petugas dari unsur gabungan pemerintah memeriksa penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, pemasangan tanda jaga jarak dan imbauan mengenakan masker yang berlaku untuk pengunjung maupun petugas wisata. "Kami pasang 20 wastafel di setiap spot foto, di setiap warung juga ada tempat cuci tangan, kemudian pengadaan alat pengukur suhu tubuh dan penyemprotan cairan disinfektan," ucap Sudadi.

Untuk menghindari sentuhan langsung antara pengunjung dan petugas loket, pengelola memasang sekat berbahan akrilik di tempat pembayaran tiket. "Uang yang dibayarkan ditempatkan di nampan khusus, kemudian diambil petugas, sehingga tidak ada sentuhan langsung," katanya. Selain itu pihak pengelola juga sudah menyediakan layanan pemesanan tiket secara online dan pembayaran tiket dengan sistem virtual.

Sudadi berharap dengan telah diterapkannya protokol kesehatan di Kalibiru, objek wisata yang sempat booming pada 2014 silam dan pernah mencatat rekor 7.000 kunjungan per hari ini bisa dibuka kembali.

Akibat pandemi Covid-19, Kalibiru ditutup untuk umum. Penutupan itu berlangsung sejak 27 Maret 2020. Imbas dari penutupan itu, warga yang menggantungkan hidupnya baik sebagai pegiat wisata atau pedagang tidak punya penghasilan. "Penghasilan nol, untuk menyambung hidup kami berjualan jamu tradisional. Kami berharap hasil simulasi ini baik dan kami bisa buka kembali," kata Sudadi.

Sekretaris Dispar Kulonprogo, Nining Kunwantari, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, Kalibiru sudah cukup baik untuk dibuka kembali pada masa new normal meski belum diketahui kapan pembukaan bisa dilakukan. Meski demikian, ada beberapa kekurangan yang harus segera dilengkapi, salah satunya soal wastafel di setiap spot. "Untuk tempat cuci tangan masih perlu penambahan, selebihnya cukup bagus," kata Nining.

Nining mengatakan untuk saat ini baru ada dua objek wisata di Kulonprogo yang menggelar simulasi. Selain Kalibiru, objek wisata Pule Payung, Kokap, juga menggelar simulasi. "Besok [Selasa, 30/6] simulasi rencananya digelar di Pantai Glagah, tetapi kami masih menunggu kejelasan dari pengelola. Kami tidak memaksa, jika sudah siap nanti bisa digelar simulasi," katanya.

Nining menjelaskan, bagi obwis yang sudah menggelar simulasi dan dinyatakan baik, maka besar kemungkinan bisa dibuka kembali. Namun Dispar tetap memantau pelaksanaan dan penerapan peraturan. "Jika ada pelanggaran misalnya jumlah pengunjung lebih dari 50 persen dari kapasitas, maka pengelola kami minta mengurangi. Jika ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan, objek wisata langsung kami minta tutup," ucapnya.