TMMD Diharapkan Bantu Percepat Pembangunan Daerah

Sejumlah anggota TNI bersama warga bergotong royong membngun jembatan di Dusun Pangkah, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetia, Bantul, Selasa (30/6 - 2020). Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
01 Juli 2020 07:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Komandan Kodim 0729 Bantul, Letkol Kav Didi Carsidi berharap program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-108 Bantul, dapat mempercepat program pembangunan daerah dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini menjadi harapan menjawab apa yang menjadi permasalahan yang ada di lokasi TMMD dengan harapan mudah-mudahan program TMMD dapat melancarkan program pembangunan yang ada di Bantul,” kata Didi yang juga sebagai Komandan Satgas TMMD, Selasa (30/6/2020).

BACA JUGA : TMMD 2020 Tetap Berjalan di Tengah Wabah Corona

Didi mengatakan kegiatan TMMD Reguler ke-108 Tahun Anggaran 2020 ini di pusatkan di Dusun Pangkah, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Bantul. Sasaran pembangunan adalah jembatan penghubung antardusun, talut, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit dan rehab rumah ibadah dua unit. Total anggaran sekitar Rp590 juta APBD DIY, APBD Bantul, dan APBDes.

Didi mengatakan dalam program TMMD ini tidak hanya melibatkan TNI dari Kodim Bantul, namun melibatkan unsur lainnya dari Batalion Infanteri 403, Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), Polri, dan masyarakat sekitar lokasi TMMD. “Semua kami libatkan berperan dalam kegiatan TMMD,” ucap Didi.

Kepala Dusun Pangkah, Bambang Harsono, mengatakan keberadaan jembatan penghubung Dusun Pangkah dan Turi itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Jembatan itu sudah lama rusak atau sejak terkena gempa pada 2006 lalu. Kerusakan tambah parah setelah kena banjir Sungai Bulus di 2007.

BACA JUGA : TMMD Tahap III di Jogja Digelar di Kelurahan Ini

Namun warga masih bisa melintas jembatan meski dengan kondisi mengkhawatirkan. Pihaknya sudah berupaya mengajukan perbaikan jembatan tersebut sejak beberapa tahun lalu, namun baru terverifikasi pada 2018 lalu, “Terealisasi baru tahun ini lewat program TMMD,” kata Bambang.

Jembatan itu awalnya hanya bisa dilintasi roda dua. Namun Setelah diperbaiki nanti jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar tiga meter itu didesain bisa dilintasi kendaraan roda empat.