Kisah Guru Bojonegoro Lari 5 Jam Menuju Muktamar NU
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Direktur Utama Taru Martani Nur Achmad Affandi saat meninjau gudang tempat penitipan beras milik Pemda DIY, Sabtu (4/7/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Sedikitnya 360 ton beras cadangan pangan di DIY dititipkan di Gudang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Taru Martani yang berada di Jalan Argolubang, Baciro, Kota Jogja. Penitipan bahan pangan ini sebagai salah satu langkah dari BUMD milik Pemda DIY ini untuk mengembangkan sayap bisnisnya dari berjualan rokok alias cerutu ke arah pangan.
Direktur Utama Taru Martani Nur Achmad Affandi menjelaskan sebelumnya Pemda menyimpan cadangan pangan di Bulog selaku BUMN dan Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Mataram. Karena Puskud tidak termasuk BUMD, sehingga dialihkan ke Taru Martani.
Di sisi lain, cadangan pangan yang dititipkan di BUMN membutuhkan biaya. Oleh karena itu, pihaknya menawarkan konsep, cadangan pangan milik Pemda bisa dititipkan di Taru Martani secara gratis. Hanya saja pihaknya menghitung, jumlah cadangan pangan yang sewaktu-waktu dipakai akan tetap berada di gudang. Sedangkan sisanya diputar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang hasilnya bisa dipakai untuk operasional.
"Sejak 2019 kami dititipi cadangan pangan, kebetulan kabupaten dan kota memiliki komitmen yang sama, saat ini selain Pemda DIY yang sudah menitipkan ada Pemkot Jogja dan Pemkab Sleman, total semuanya 362 ton beras, kabupaten lainnya juga siap menitipkan," katanya dalam diskusi, Sabtu (4/7/2020).
Untuk mendekatkan cadangan pangan tersebut ke wilayah sasaran pengguna terutama jika dibutuhkan saat darurat, pihaknya bekerja sama dengan Gapoktan di DIY untuk menyimpan beberapa ton sisa dari penyimpanan di Gudang Taru Martani. Ada enam mitra Gapoktan yang memiliki penggilingan seluruh DIY.
"Bapak Gubernur dawuh agar Taru Martani yang memiliki pengalaman menyimpan cadangan pangan itu agar memaksimalkan peran untuk diversifikasi pertanian, kami diminta bekerja sama dengan Pemda untuk memanfaatkan aset di Ngipiksari, Pakem, Sleman dan Wijilan Kota Jogja," katanya.
Pihaknya siap jika diberikan surat tugas dari Pemda DIY untuk secara khusus membuka unit usaha baru berkaitan dengan diversifikasi pangan. Sehingga bisa mengelola pangan dari hulu sampai ke hilir. Ia optimistis jika pengelolaan pangan ini bisa dilakukan dari hulu ke hilir dapat menstabilkan harga. Mengingat, saat ini banyak beras DIY yang dipasok ke luar daerah, sebaliknya pemenuhan sembako program BPNT juga diimpor dari luar daerah. Perputaran itu membuat harga tidak stabil.
"Prinsipnya kami siap jika ditugasi, kalau di 2019 memang kami belum menyanggupi, tetapi saat ini kami siap untuk mengembangkan unit diversifikasi pangan," katanya.
Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman mendorong agar Taru Martani secara khusus bisa mengelola pangan di DIY. Apalagi saat ini sebagai pabrik cerutu internasional, Taru Martani telah memiliki keuntungan dan dana yang cukup. Sehingga bisa mengembangkan sektor lain, dalam hal ini pangan.
"Sehingga tidak hanya sebagai titipan bahan pangan saja, tetapi harapan saya jika Taru Martani ini sudah diberikan tugas, bisa mengelola dari hulu sampai ke hilir pangan di DIY," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun. Ia meninggalkan La Albiceleste dengan sejumlah gelar bergengsi
APPI mencatat 28 klub Liga 1 hingga Liga 4 menunggak gaji 303 pemain dengan total kewajiban mencapai sekitar Rp14,8 miliar.
Stasiun Yogyakarta menyiapkan hub antarmoda di sisi selatan untuk menghubungkan kereta api dengan Trans Jogja hingga transportasi daring.