Inovasi PanganKu Kulonprogo Ditarget Masuk Lima Besar nasional

Ilustrasi Panen padi - JIBI
06 Juli 2020 22:12 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Program Inovasi Pangan Kulonprogo (PanganKu) masuk 15 besar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Sebelumnya, Inovasi PanganKu masuk 35 besar. Karena dianggap baik, program ini lolos ke tahap berikutnya. PanganKu mendapat tempat di 15 besar bersama dengan program inovasi lain milik pemda, lembaga, BUMN dan kementerian dari seluruh Indonesia. Seluruh program itu selanjutnya diadu untuk memperebutkan posisi lima terbaik.

"Mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik atau setidaknya berada di lima besar karena hadiahnya berupa dana insentif daerah yang nominalnya mencapai miliaran rupiah. Dana ini cukup besar untuk ukuran Kulonprogo," kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo, seusai mempresentasikan Inovasi PanganKu kepada tim juri KIPP 2020 melalui teleconference di Command Room Center, Diskominfo Kulonprogo, Senin (6/7/2020).

Sutedjo mengatakan Inovasi PanganKu secara teknis disiapkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. Program ini menanamkan spirit kemandirian di bidang pertanian agar menjadi manusia produktif bukan konsumtif.

Jika terpilih menjadi yang terbaik, Sutedjo mengharapkan Inovasi PanganKu bisa dikembangkan secara nasional agar Indonesia mampu mandiri secara ekonomi dan pangan. Kebutuhan masyarakat, khususnya beras bisa terpenuhi tanpa harus impor. "Tiap tahun Kulonprogo bisa surplus beras 35.000 sampai 45.000 ton. Daerah lain di luar Jawa sebenarnya juga bisa mengembangkan program ini," ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho, menjelaskan Inovasi PanganKu merupakan pengembangan program mengganti beras untuk keluarga miskin (raskin) menjadi beras daerah (rasda) yang berjalan efektif sejak April 2014 sampai dengan Juli 2018 dengan skema penyaluran rasda dari gapoktan kepada penerima melalui Bulog.

Dengan adanya perubahan kebijakan dari raskin menjadi Bantuan pangan nontunai (BPNT), maka pada Agustus 2018 diluncurkan Program BPNT dan sekaligus Inovasi PanganKu. Sejak saat itu penyaluran beras dilaksanakan oleh gapoktan, sedangkan penyaluran telur ayam oleh Kelompok Ternak melalui e-Warong untuk 49.184 keluarga penerima manfaat (KPM).

Selanjutnya dengan adanya program bantuan sembako mulai Januari 2020, kini telah ditambah penyaluran sayur dan buah oleh kelompok wanita tani, penyaluran ikan oleh pokdakan, dan penyaluran tempe tahu oleh kelompok perajin melalui e-Warong.

"Untuk BPNT APBD mulai 2020 juga disalurkan beras, ikan lele, telur, gula kelapa, dan minyak goreng melibatkan kelompok tani melalui e-Warong untuk 4.680 KPM," katanya.

"Melalui program ini kami juga menggerakkan ekonomi lokal dengan peningkatan peredaran uang di masyarakat dari Rp40,66 miliar pada 2017, diprediksi menjadi Rp127,52 miliar hingga Desember 2020 atau naik 314 persen dibanding program rasda," katanya.