3 Pasar di Kota Jogja Jadi Perhatian untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 Juli 2020 13:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya memberikan perhatian pada tes massal di pasar tradisional. Tiga pasar menjadi perhatian untuk mencegah penyebaran virus coron.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menuturkan, pihaknya telah melakukan rapid tes pada 161 pedagang pasar, dengan hasil tiga pedagang reaktif. Dari tiga yang reaktif itu, satu pedagang beralamat Magelang sehingga ditangani Pemkab Magelang. Sementara dua lainnya hasil swabnya negatif.

Kemudian khusus untuk klaster pedagang ikan, Pemkot melakukan rapid pada 65 pedagang ikan dari pasar Kranggan, Demangan dan Beringharjo. Hasilnya dua pedagang dinyatakan reaktif, namun setelah dites swab hasilnya negatif.

Sementara dari rapid test acak pada 474 orang, diketahui dua warga Kota Jogja reaktif, dan setelah dites swab hasilnya juga negatif. "Kemarin yang masih nunggu swab, hasilnya negatif semua," ujarnya Senin (6/7/2020).

Ia mengatakan terdapat tiga pasar dengan kepadatan cukup tinggi yakni Giwangan, Kotagede dan Demangan. Untuk itu pihaknya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja untuk menguatkan peraturan di ketiga pasar ini.

"Giwangan menjadi salah satu perhatian kita karena merupakan pasar induk, tempat pemasok luar kota memasukkan barang. Interaksi dengan orang luar jadi intensif. Otomatis perlu jadi perhatian Disperindag," ujarnya.