Disdikpora Gunungkidul: Tahun Ajaran Baru Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Foto ilustrasi: Belajar di rumah. - Antarafoto/Iggoy el Fitra
08 Juli 2020 09:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan di tahun ajaran baru 2020-2021 masih akan menerapkan kegiatan belajar di rumah. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur DIY.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya mendapatkan SE dari Gubernur DIY sejak Senin (6/7/2020) malam. Isi dari edaran tersebut menyangkut tentang kebijakan yang berkaitan dengan proses pembelajaran di tahun ajaran baru.

“Para siswa akan tetap menjalankan program belajar di rumah. Kebijakan ini sesuai dengan edaran dari Gubernur DIY,” kata Bahron, Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA : Siswa Belajar di Rumah Hingga Tahun Ajaran Berakhir

Dia menjelaskan, sesuai dengan edaran tersebut maka untuk pembelajaran dari rumah tidak ada batas waktu. Hal ini berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang ditetapkan setiap dua pecan sekali. Menurut Bahron, kebijakan ini akan mengacu pada perkembangan kasus corona di wilayah DIY.

Ditambahkannya, sebelum ada edaran terbaru dari gubernur, untuk pembelajaran di tahun ajaran baru menetepakan tiga opsi. Selain kebijakan perpanjangan belajar di rumah, juga ada opsi lain, yakni tetap masuk seperti biasa atau siswa akan masuk secara bergantian. “

Berhubung sudah ada kebijakan baru dari provinsi, maka kami akan mengikutnya,” katanya.

Rencananya tahun ajaran baru akan dimulai Senin (13/7/2020) mendatang. Hasil dari penerimaan siswa baru di tingkat SD dan SMP masih ada sejumlah sekolah yang kekurangan siswa. Menurut Bahron, kondisi ini sudah diprediksi sejak awal karena kuota yang tersedia lebih banyak ketimbang jumlah lulusan di setiap tingkatan.

BACA JUGA : Lama Belajar di Rumah, Para Orangtua Ingin Anak Kembali 

Dia mencontohkan, untuk kapasitas penerimaan baru siswa SMP ada sekitar 13.000an kursi. Namun jumlah siswa lulusasn SD hanya sebanyak 9.701 anak sehingga para siswa tetap bisa melanjutkan sekolah.

Kepala Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan, untuk kebijakandi tahun ajaran baru, lembaga pendidikan dibawah naungan kemenag akan melakukan skema yang sama dengan kebijakan dari pemerintah.

Khusus ntuk pesantren, kata Arif, pihaknya meminta kepada pengasuh dan pengelola secara serius dan ketat dalam melakukan pengawasan kepada santri jika seluruhnya telah kembali masuk ke pondok.

“Kegiatan pembelajaran dan pendalaman ilmu agama harus diawasai. Selain itu, jangan sampai para santri dengan mudahnya bisa keluar masuk pondok,” ungkapnya.