Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Foto ilustrasi: Belajar di rumah. /Antarafoto-Iggoy el Fitra
Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memastikan di tahun ajaran baru 2020-2021 masih akan menerapkan kegiatan belajar di rumah. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur DIY.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya mendapatkan SE dari Gubernur DIY sejak Senin (6/7/2020) malam. Isi dari edaran tersebut menyangkut tentang kebijakan yang berkaitan dengan proses pembelajaran di tahun ajaran baru.
“Para siswa akan tetap menjalankan program belajar di rumah. Kebijakan ini sesuai dengan edaran dari Gubernur DIY,” kata Bahron, Selasa (7/7/2020).
BACA JUGA : Siswa Belajar di Rumah Hingga Tahun Ajaran Berakhir
Dia menjelaskan, sesuai dengan edaran tersebut maka untuk pembelajaran dari rumah tidak ada batas waktu. Hal ini berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang ditetapkan setiap dua pecan sekali. Menurut Bahron, kebijakan ini akan mengacu pada perkembangan kasus corona di wilayah DIY.
Ditambahkannya, sebelum ada edaran terbaru dari gubernur, untuk pembelajaran di tahun ajaran baru menetepakan tiga opsi. Selain kebijakan perpanjangan belajar di rumah, juga ada opsi lain, yakni tetap masuk seperti biasa atau siswa akan masuk secara bergantian. “
Berhubung sudah ada kebijakan baru dari provinsi, maka kami akan mengikutnya,” katanya.
Rencananya tahun ajaran baru akan dimulai Senin (13/7/2020) mendatang. Hasil dari penerimaan siswa baru di tingkat SD dan SMP masih ada sejumlah sekolah yang kekurangan siswa. Menurut Bahron, kondisi ini sudah diprediksi sejak awal karena kuota yang tersedia lebih banyak ketimbang jumlah lulusan di setiap tingkatan.
BACA JUGA : Lama Belajar di Rumah, Para Orangtua Ingin Anak Kembali
Dia mencontohkan, untuk kapasitas penerimaan baru siswa SMP ada sekitar 13.000an kursi. Namun jumlah siswa lulusasn SD hanya sebanyak 9.701 anak sehingga para siswa tetap bisa melanjutkan sekolah.
Kepala Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan, untuk kebijakandi tahun ajaran baru, lembaga pendidikan dibawah naungan kemenag akan melakukan skema yang sama dengan kebijakan dari pemerintah.
Khusus ntuk pesantren, kata Arif, pihaknya meminta kepada pengasuh dan pengelola secara serius dan ketat dalam melakukan pengawasan kepada santri jika seluruhnya telah kembali masuk ke pondok.
“Kegiatan pembelajaran dan pendalaman ilmu agama harus diawasai. Selain itu, jangan sampai para santri dengan mudahnya bisa keluar masuk pondok,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Kelok 23 segera diuji coba. DPRD DIY mendorong Bantul dan Gunungkidul menangkap peluang ekonomi dari akses baru JJLS.
Kemenhaj menghapus lunas tunda ganti haji khusus untuk menutup celah jual beli antrean dan memastikan keberangkatan sesuai nomor porsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Van Gastel tak menjadikan kemenangan PSIM atas Persebaya musim lalu sebagai acuan. PSIM kini membidik kemenangan perdana di Super League 2026/2027.
Cek desil bansos 2026 dan ketahui kelompok yang tidak menerima bansos serta cara mengajukan sanggah jika data tidak sesuai.