Sultan Minta Serapan Anggaran di Atas 95%

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Berbicara soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. - Ist/Youtube Humas Jogja
09 Juli 2020 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjoja.com, JOGJA--Pertumbuhan ekonomi dan penyerapan anggaran hasil refokusing untuk penanganan Covid-19 kabupaten dan kota di DIY dinilai belum maksimal. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berharap penyerapan anggaran bisa lebih dari 95%.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menjelaskan pihaknya telah rapat dan melihat bagaimana realisasi anggaran di setiap kabupaten dan kota. “Dari pemeriksaan terlihat mana yang sudah dan belum terealisasi. Untuk yang belum diharapkan segera direalisasikan,” ujarnya, Kamis (9/7/2020).

Pada masa pendemi Covid-19, kabupaten dan kota telah merancang program masing-masing untuk focus pada tiga hal, yakni kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi. Dari ketiga sektor ini, ia minta agar semuanya segera terealisasi dengan target di atas 95%.

Terget ini kata dia, mengingat kondisi pandemic covid-19 yang tidak memungkinkannya ada investor hingga setidaknya akhir tahun 2020. Dengan kondisi ini, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat tergantung pada APBD.

Jika masyarakat tidak melakukan pembelanjaan, pertumbuhan ekonomi bisa minus. Ia berharap pertumbuhan tetap plus meski rendah. “Semua harus dibangkitkan sektor-sektornya. Kalau sector pariwisata perlu hati-hati, jangan sekaligus, harus bertahap dan dengan protokol kesehatan,” katanya.

Terkait dengan pembuatan APBD perubahan maupun APBD 2021, ia meminta harus tetap ada korelasi antara kondisi pandemi dengan pertumbuhan ekonomi, pemulihan kesehatan dan program-program lain untuk mendorong PDRB masing-masing daerah.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, kadarmanta Baskara Aji, menuturkan sampai dengan triwulan kedua 2020 pertumbuhan ekonomi DIY minus. Kendati demikian ia optimis pertumbuhan ekonomi kedepan akan lebih baik karena berbagai sector ekonomi kembali dibuka.